Unduh Aplikasi

INTERMESO

Panen Saat Lebaran

Panen Saat Lebaran
ilustrasi: anny cook

MENURUT Bang Awee, lebaran selalu membawa kesenangan bagi siapa saja. Entah mereka yang merayakan atau tidak. Entah dia kaya atau miskin. Idul Fitri adalah hari bahagia. Idul Fitri adalah saat pintu langit terbuka dan seluruh berkah diturunkan ke bumi.

“Lihat saja di jalan-jalan, di kota ataupun di desa, ramai. Orang-orang ramai berkunjung ke sanak saudara mereka. Membawa bingkisan. Anak-anak menerima angpau. Tak ada wajah sedih,” kata Bang Awee kepada kami, kawan-kawannya, di sebuah warung kopi di Lampu Merah Batoh, Banda Aceh, kemarin malam.

Banyak pula orang dari luar Aceh datang berkunjung. Dan kini, tujuan mereka tidak hanya Sabang. Takengon, Aceh Tengah, dan beberapa daerah di Aceh juga mulai didatangi wisatawan dari luar daerah, terutama dari Sumatera Utara.

Hal ini sebenarnya harusnya menjadi keuntungan bagi Aceh. Kedatangan mereka saat liburan panjang seperti Idul Fitri ini harusnya benar-benar dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan produk-produk lokal. Menurut Bang Awee, sayang jika hanya “membiarkan” wisatawan itu datang ke pantai-pantai.

“Padahal mereka membawa uang banyak untuk dihabiskan di Banda Aceh atau destinasi wisata lain di Aceh. Aliran uang masuk ini harusnya tidak dibendung. Kita harus bisa memanfaatkan kedatangan mereka sebagai keuntungan,” kata Bang Awee.

Tapi sayang, banyak fasilitas pendukung pariwisata yang tidak beroperasi dengan alasan Idul Fitri. Warung makan, kedai kopi, atau toko penjual oleh-oleh banyak yang tutup. Alhasil, wisatawan hanya menghabiskan waktu di lokasi-lokasi wisata. Padahal mereka bisa sebenarnya ingin menikmati hal lain. Dan itu hanya bisa dilakukan jika fasilitas pendukung itu juga beroperasi.

“Liburan panjang seperti ini sebenarnya menjadi waktu tepat untuk ‘memeras’ wisatawan. Di sinilah saatnya sektor usaha kecil dan menengah Aceh memamerkan diri. Menunjukkan keragaman dan keunikan yang tak dijumpai di daerah lain,” kata Bang Awee sambil mengangkat telunjuk dan jari tengah, kiri dan kanan.

Kita, kata Bang Awee, harus benar-benar berpikir untuk membangun pariwisata yang kuat. Tidak hanya lewat even berkala. Fasilitas pendukung wisata juga harus dipersiapkan. Pemerintah juga harus mampu mendorong agar mereka yang bergerak di bisnis wisata memiliki pola pikir bisnis. Berpikir untuk menghasilkan uang, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...