Unduh Aplikasi

Panas Bikin Was-Was

Panas Bikin Was-Was
Ilustrasi: Aidan Fitzpatrick Photography

CUACA panas mulai membuat was-was. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofikas (BMKG) Malikussaleh menyebutkan saat ini delapan titik panas terpantau di Aceh. Minimnya curah hujan, kelembaban udara yang berkurang hingga suhu yang mencapai 33 derajat celsius menyebabkan potensi kebakaran meningkat.

Kondisi ini diperkirakan bertahan hingga Agustus mendatang. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Aceh memperkirakan pada periode ini angka kebakaran lahan akan meningkat. Terutama di areal gambut dan hutan pinus yang rentan terhadap cuaca panas.

Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak. Tidak hanya pemerintah. Masyarakat dan pihak swasta pemilik lahan perkebunan harus mengawasi dan berusaha agar tidak terjadi kebakaran di lahan yang mereka kelola.

Kebakaran hutan dan lahan bukan perkara enteng. Selain sulit untuk dipadamkkan, kebakaran lahan dan hutan juga berdampak pada kerusakan ekosistem dan musnahnya sejumlah binatang dan tumbuhan. Tak jarang pula kebakaran merenggut korban jiwa.

Dari sisi kesehatan, asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sejumlah penyakit di sistem pernapasan, seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Asapnya juga sangat berbahaya bagi anak-anak.

Asap dari kebakaran lahan dan hutan ini jelas mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan tak jarang otoritas penerbangan terpaksa menutup sebuah bandara karena asap membuat jarak pandang pendek. Ini sangat berbahaya bagi penerbangan.

Seharusnya ada tindakan pencegahan yang efektif. Sehingga kasus-kasus kebakaran lahan dan hutan tidak berulang. Penanggulangan bencana kebakaran jangan berkutat pada tataran pemadaman api. Karena hal ini tidak akan efektif. Kepolisian juga harus berani menindak tegas penyebab kebakaran lahan dan hutan.

Pemilik yang abai menjaga lahan atau sengaja membakar lahan harus dihukum berat agar menimbulkan efek jera. Satuan tugas untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan juga harus bekerja lebih serius. Karena pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...