Unduh Aplikasi

Ormas Garda Teuku Umar Terbentuk

Ormas Garda Teuku Umar Terbentuk
Sekjen GTU, Samsul B Ibrahim. Foto: ist
JAKARTA - Masyarakat Aceh perantauan yang berdomisili di Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodetabek) membentuk Garda Teuku Umar. Organisasi yang digagas anak-anak muda asal Aceh ini hadir untuk menyatukan masyarakat Aceh perantauan.

“Pembentukan Garda Teuku Umar sebagai sebuah organisasi persatuan masyarakat Aceh untuk menjaga persatuan bangsa Aceh. Kita harus membangun identitas dari nilai-nilai bersama tanpa kehilangan hubungan akar etnisitas dan agama,” kata Sekretaris Jenderal GTU, Samsul B Ibrahim, dalam rilisnya, Ahad (19/6).

Organisasi ini tak hanya menggalang persatuan masyarakat Aceh, GTU juga akan mengadvokasi masyarakat Aceh parantauan. Menurut Samsul, selama ini masih banyak persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Aceh perantauan luput dari advokasi. Sehingga muncul kesan bahwa masyarakat Aceh tidak saling peduli satu dengan lain.

Kejadian pembakaran masyarakat Aceh di tugu Monas, beberapa waktu lalu, oleh oknum aparat militer merupakan
pelajaran penting betapa advokasi sangat penting bagi para perantau. Kemudian juga ada beberapa pengusaha Aceh di Kota Bogor yang sering dipalak oleh preman setempat di sekitar lokasi usaha mereka.

“Ini harus menjadi peringatan kita bersama. Bahwa korban adalah keluarga yang harus kita bela. Kita tak bisa hidup sendirian,” kata Samsul.

Samsul juga menegaskan organisasi ini bukanlah organisasi politik dan tidak berafiliasi dalam kelompok yang
terlibat pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 di Aceh. Karena Samsul percaya bahwa hal itu cenderung merusak persatuan ketimbang mempersatukan warga Aceh di rantau, sebagaimana cita-cita oranisasi.

Organisasi ini akan di deklarasikan bulan depan, Juli, di Tugu Proklamasi sebagai lokasi bersejarah. Dan secara bertahap akan diikuti oleh oleh GTU di daerah, seperti Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Batam dan provinsi lain di Indonesia tempat perantauan berdomisili. GTU juga akan tetap berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh ormas dan paguyuban masyarakat Aceh di Jabodebak lainnya.

Kemarin, GTU melaksanakan buka puasa bersama di kediaman Ali Bardan, di Depok. Tampak hadir dalam kegiatan itu Ketua Umum GTU Zulfikar Zakaria (pengusaha), Bendahara Umum GTU Zulmafikar (pengusaha), T.B. Massa Djafar (Ketua Forum Komunikasi Pembangunan Masyarakat /FKPM Aceh), Khairul Alira (pengusaha), Hamidi (birokrat), Abdullah Agam Johan (pengusaha), Mukhtar Yusuf (tokoh senior masyarakat Aceh Jabodetabek), Banta Umar Alwi (tokoh masyarakat Aceh Bekasi), Bang Boy (tokoh masyarakat Aceh Gayo Jakarta) , Ketua TIM Cabang Tanjung Priok, Cikarang, Bekasi Kota dan Ciputat, dan sejumlah masyarakat Aceh Gayo di Jakarta.

Komentar

Loading...