Unduh Aplikasi

Orang Utan Betina Diselamatkan dari Perkebunan Sawit di Subulussalam

Orang Utan Betina Diselamatkan dari Perkebunan Sawit di Subulussalam
Orang utan saat dievakuasi dari perkebunan sawit warga di Subulussalam. Foto: Dok BKSDA Aceh

BANDA ACEH - Satu individu Orangutan betina berumur tujuh tahun diselamatkan dari perkebunan sawit di Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam pada Rabu (20/3).

Tim penyelemat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, HOCRU OIC dan WCS-IP berhasil mengevakuasi Orangutan yang diberi nama Pertiwi tersebut.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, penyelamatan Pertiwi berawal dari informasi BKSDA Aceh bahwa ada beberapa individu Orangutan yang terjebak dalam perkebunan sawit masyarakat Dusun Rikit. Setelah dilalukan pengecekan, tim HOCRU menemukan beberapa sarang baru dan ternyata Pertiwi berada didalam salah satu sarang itu.

"Lokasi orang utan ini di kebun berstatus APL dan berjarak lebih kurang 10 km dari SM Rawa Singkil," kata Sapto dalam keterangannya.

Setelah itu, tim langsung mengevakuasi orang utan tersebut tanpa menggunakan tembakan bius karena kondisi Pertiwi yang kurus dan kecil sehingga ditakutkan terkena organ vital.

Karena tidak bisa menggunakan bius, tim akhirnya memutuskan untuk melakukan pemotongan pohon akses, dan menggiring orang utan ke pohon yang lebih rendah sehingga lebih mudah ditangkap.

Setelah tertangkap, orang utan dengan berat badan lebih kurang lima kilo gram itu langsung diperiksa, dan kondisi fisik Pertiwi semuanya masih normal. Namun hanya didapati indikasi cedera pada tangan sebelah kanan yang tidak responsif.

Lalu, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dinyatakan orang utan itu tidak layak untuk dilepasliarkan kembali kehabitatnya, namun harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Karantina orang utan Sumatera milik SOCP di Sibolangit Sumatera Utara.

"Mengingat orang utan itu dalam kondisi malnutrisi dan perlu pemeriksaan pada tangan kanan yang kurang responsif, maka Orangutan harus dibawa segera ke karantina SOCP di sibolangit pada hari yang sama," terang Sapto.

Sapto menyatakan, saat ini tim dari BKSDA Aceh dan mitra terus memantau daerah perkebunan yang diperkirakan masih ada orang utan yang terisolasi. BKSDA akan terus serius melakukan upaya-upaya mengatasi konflik antara manusia dan orang utan sehingga insiden konflik yang mengakibatkan kematian dan perburuan dapat dicegah.

Festival Ramadhan Aceh 2019

Komentar

Loading...