Unduh Aplikasi

Operasional PLTU PT KKA Berhenti, 81 Karyawan Diberhentikan

Operasional PLTU PT KKA Berhenti, 81 Karyawan Diberhentikan
Puluhan karyawan PT KKA yang diberhentikan sedang melakukan pertemuan terakhir dengan pihak Manajemen PT KKA di kantor setempat. Senin (7/2). Foto: Ist

ACEH UTARA - PT Pembangkitan Jawa Bali Services (PJBS) melalui anak perusahaan PT Mitra Karya Prima terpaksa melakukan rasionalisasi atau PHK terhadap 81 karyawan yang bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Kertas Kraft Aceh (KKA) Persero di Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara. Pasalnya perusahaan tersebut terancam merugi.

Menurut informasi yang dihimpun AJNN, pemutusan hubungan kerja tersebut dilakukan PT PJB sehubungan dengan perubahan skema dan harga jual beli tenaga listrik, sehingga pengoperasian PLTU PT KKA di hentikan per tanggal 31 Januari 2019.

"Sehubungan dengan tidak di operasikan lagi PLTU PT KKA, maka kami karyawan yang bekerja di PT Mitra Karya Prima yang bernaung di bawah PJBS di pabrik PT KKA terpaksa diberhentikan," kata Nazaruddin salah seorang karyawan yang diberhentikan pada perusahaan tersebut kepada AJNN, Senin (7/2).

Nazaruddin menyebutkan, akibat pemberhentian operasional PLTU di pabrik KKA, maka PJBS melakukan rasionalisasi dengan kebijakan pemutusan hubungan kerja terhadap 81 karyawan yang selama bekerja di PT KKA.

"Pihak perusahaan memang pernah melakukan sosialisasi dan memberitahukan terkait PHK terhadap kami, tapi apakah tidak ada jalan atau kebijakan lain untuk kami," kata warga Banda Baro tersebut.

Nazaruddin yang mengaku sedang mengikuti rapat terakhir bersama puluhan karyawan lainnya dengan pihak menjemen PT KKA di pabrik tersebut mewakili teman-temannya berharap agar keputusan dan kebijakan yang di keluarkan ini bisa dipertimbangkan kembali.

"Saya mewakili teman-teman berharap ada kebijakan dan solusi lain agar kami tidak di PHK secara masal begini," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Menger Operasional PT Mitra Karya Prima, Irwansyah, ketika dikonfirmasi AJNN menyebutkan pemutusan hubungan kerja yang bekerja di PT KKA dilakukan PT PJBS sehubungan dengan perubahan skema dan harga jual beli tenaga listrik ke PLN rendah.

Kemudian, kata Irwansyah, harga gas juga naik dibarengi harga kurs dolar juga naik, sehingga memutuskan untuk menghentikan operasional PLTU di PT KKA.

"Jadi kalau PLTU tersebut terus beroperasi tentu perusahaan akan terus merugi, maka di PHK lah seluruh karyawannya," kata Irwansyah.

Ia menjelaskan 81 karyawan diberhentikan terhitung sejak terhentinya pengoperasian PLTU PT KKA tertanggal 31 Januari 2019. Dan semua sudah melalui aturan dan UUD ketenaga kerjaan yang berlaku, salah satunya adalah pemberian pesangon.

"Sistem kerja di PT KKA agak sulit, dimana yang punya kontrak dengan PLN itu PT KKA, kemudian KKA sendiri bekerjasama dengan PT PJBS, kemudian PT PJBS memiliki anak perusahaan PT MKP yang melaksanakan serta mempekerjakan 81 karyawan yang diberhentikan itu," kata Irwansyah yang mengaku sudah tidak memiliki lagi jabatan terhitung 31 Januari 2019.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...