Unduh Aplikasi

Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji di Lhokseumawe Terancam Hukuman Cambuk

Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji di Lhokseumawe Terancam Hukuman Cambuk
Polisi menggiring dan pelaku saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Oknum pimpinan Dayah AI (45) dan oknum guru ngaji MY (26) pelaku pelecehan seksual terhadap 15 orang santri di salah satu dayah ternama di Kota Lhokseumawe terjerat pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat dengan ancaman hukuman cambuk 90 kali.

“Terhadap ke dua pelaku terancam hukuman cambuk 90 kali, atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan,” kata Kapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7).

Sambungnya, dalam hal ini pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pihak keluarga dan santri yang mondok di dayah AN tersebut supaya segera melaporkan jika pernah mengalami hal yang serupa dengan belasan korban ini.

Baca: Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 15 Santri

“Dan juga kepada orangtua supaya terus mengawasi anak-anak karena hal tersebut sangat penting,” jelasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Dari 15 korban yang disodomi oleh kedua pelaku hanya lima korban yang melaporkannya ke pihak Kepolisian yakni R(13), L (14), D(15), T (13), A (13).

Aksi tersebut dilakukan oleh oknum pimpinan dayah dan oknum guru ngaji itu dilakukan secara bergiliran, adapun modus yang dilakukan pelaku yakni dengan doktrin ilmu agama, karena korban yang tidak kuat menahan tindakan dari pelaku kemudian melaporkannya ke orangtuanya.

“Setelah menerima pengaduan dari anaknya, karena orangtua korban yang tidak bisa menerima hal itu, kemudian melaporkannya ke pihak Kepolisian. Dan setelah kita mintai keterangan dari pelaku kalau kurang lebih 15 orang yang sudah menjadi korban perbuatan bejat itu,” ungkapnya.

Komentar

Loading...