Unduh Aplikasi

Novita Riantika, Barista Cantik Peracik Kopi Tradisional Asal Kota Lhokseumawe

Novita Riantika, Barista Cantik Peracik Kopi Tradisional Asal Kota Lhokseumawe
Novita Riantika saat meracik kopi secara tradisional di Kota Lhokseumawe. Foto: Rachmad Antara

LHOKSEUMAWE – Novita Riantika, wanita cantik berhijab asal Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe kini berhasil mengepakkan sayap karirnya di Ibu Kota Jakarta.

Siapa sangka, wanita muda kelahiran Panggoi, 25 November 1996 itu sebelumnya pernah berkerja sebagai Waitress (orang yang melayani di warung atau kafe) di salah satu warung kopi tradisional di Kota Lhokseumawe.

Ika, sapaan akrab Novita Riantika, ia hanya bisa menamatkan sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Bukan karena tidak mau melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, namun faktor ekonomi yang terbatas dirinya harus mengurungkan niatnya menjadi seorang sarjana layaknya teman-teman sebaya lainnya.

Putri ke dua dari tiga bersaudara pasangan Syahrul Abdullah dan Marlaini menyebutkan, awal mula dirinya mau menjadi seorang Barista dikarenakan dirinya memang gemar minum kopi.

Selain itu, faktor ekonomi keluarga yang membuat dirinya semakin semangat untuk bekerja memenuhi kebutuhan pribadinya.

 Novita Riantika saat meracik kopi secara tradisional di Kota Lhokseumawe. Rachmad Antara

 

“Waktu itu saya pernah bekerja di salah satu kedai kopi tepatnya di daerah Gampong Keude Aceh Kota Lhokseumawe, di sana awalnya saya bekerja sebagai waitress. Saat itu saya sering melihat cara penyajian kopi dengan cara di saring oleh rekan kerja saya di tempat itu. Pada saat itu saya tertarik untuk belajar metode saring kopi secara tradisional itu. Namun pada saat itu owner warung kopi tempat saya bekerja melihatnya. Kata dia (owner) karena saya rajin maka owner saya menyuruh saya terus belajar hal itu supaya bisa menjadi seorang barista,” kata Ika kepada AJNN saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (1/2).

Sungguh sangat mulia cita-cita Novita Riantika, di saat pemuda-pemudi di seusia dia menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan uang orangtuanya. Ika malah berkeinginan untuk memberangkatkan orangtuanya ke tanah suci (haji) dengan gaji yang dikumpulkan dari hasil keringatnya itu.

“Selain berkeinginan memberangkatkan orangtua ke tanah suci, keinginan terbesar saya yaitu memiliki Coffe Shop milik sendiri,” ujar Ika.

Ika juga menyampaikan kesan-kesan selama menjadi Barista. Menurutnya, ada sensasi tersendiri saat menyaring kopi dengan cara manual dibandingkan dengan hanya mengandalkan mesin.

Saat ditanyakan asal mula dirinya berhasil berangkat dan menjadi Barista di Jakarta, Ika menjawab, awalnya ada orangg Jakarta yang datang khusus ke Aceh khusunya tempat dirinya bekerja di Lhokseumawe untuk melihat cara Ika menyaring kopi, setelah itu orang tersebut menawarkan Ika untuk bekerja di Jakarta. Disebabkan ada yang membutuhkan Ika untuk berkerja di warung Teh tarik Aceh.

“Semenjak menjadi Barista kendala yang sering didapati yaitu karena ada bermacam-macam tipe penikmat kopi. Dan itu selalu menjadi tantangan untuk saya semenjak menjadi Barista dari tahun 2015 lalu,” ungkap Ika.

Novita Riantika, juga berpesan kepada seluruh pemuda-pemudi khususnya yang ada di Aceh. Tetap semangat walaupun hanya seorang Barista jangan pernah merasa lelah terus berkarya karna semua kesuksesan dapat diraih ketika berusaha dengan keikhlasan.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...