Unduh Aplikasi

Nasir Djamil: Ada Napi Mengaku Dipukul Kalau Tidak Ikut Kabur

Nasir Djamil: Ada Napi Mengaku Dipukul Kalau Tidak Ikut Kabur
Personel Kepolisian masih bersiaga di Lapas Kelas II A Banda Aceh. Photo: AJNN.NET/Tomi

BANDA ACEH - Sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banda Aceh mengaku terpaksa memilih kabur karena mendapat ancaman dari sesama napi. Pengakuan itu disampaikan para narapidana yang berhasil ditangkap personel gabungan kepolisian dan TNI kepada anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil.

" Ada napi yang terpaksa kabur karena diancam pukul oleh napi lainnya jika tidak ikut melarikan diri," kata Nasir Jamil seusai mengunjungi Lapas Kelas II A Banda Aceh, Jumat (30/11).

Nasir menduga, kaburnya 113 narapidana pada Kamis (29/11) kemarin telah direncanakan, namun rencana tersebut tidak diketahui petugas. Hal itu kata Nasir diperkuat dengan pengakuan narapidana kepada dirinya.

Baca: DPR RI: Lapas Lambaro Perlu Dievaluasi Total

"Kenapa direncanakan, dari pengakuan napi yang sudah kembali mereka mengaku yang lari-lari itu mengancam mereka dengan balok, kalau ngak mau keluar dipukul," kata Nasir Djamil.

"Jadi mereka itu katanya, itu pengakuan mereka, mereka keluar itu, walaupun sebenarnya juga ada kemauan sendiri mau keluar, tapi ada peristiwa itu juga gitu, bahwa mereka juga dipukul," Nasir menambahkan.

Artinya, lanjut Nasir, peristiwa ini sepertinya memang sudah direncanakan para napi, karena jika tidak adanya perencanaan, maka tidak ada pengancaman seperti itu.

"Kalau orang tidak rencanakan, kalau spontan itu tidak ada aba-aba, tidak ada ancaman, mereka lari semuanya keluar," ungkapnya.

Nasir berharap kejadian ini tidak terulang kembali, karena kejadian ini bisa membuat kredibilitas LP dipertanyakan masyarakat banyak.

"Diakui atau tidak, kredibilitas LP dipertanyakan oleh publik," ujarnya.

Nasir juga mengimbau keluarga narapidana yang sudah melarikan diri, agar menyerahkan anggota keluargannya jika telah mengetahui keberadaannya.

Komentar

Loading...