Unduh Aplikasi

Musim Tanam Rendengan di Pijay, Petani Tak Dapat Subsidi Apapun dari Pemerintah

Musim Tanam Rendengan di Pijay, Petani Tak Dapat Subsidi Apapun dari Pemerintah
Tracktor milik Pemerintah Pidie Jaya,

PIDIE JAYA – Musim tanam rendengan tahun 2018 di Kabupaten Pidie Jaya tidak memberikan subsidi kepada petani baik subsidi bibit, pupuk maupun subsidi untuk pengolahan tanah. Meskipun alat berat (tractor) pemerintah mencapai ratusan, tetapi subsidi untuk olah tanah musim rendengan ditiadakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya, Muzakkir yang dihubungi AJNN, Selasa (9/10) mengatakan, untuk tanam rendengan atau dalam bahasa Aceh disebut ‘Muue thon’, pemerintah setempat tidak mensubsidikan apapun kepada petani di kabupaten pemekaran dari Kabupaten Pidie itu.

“Untuk musim tanam rendengan tidak ada bantuan apapun dari pemerintah,” kata Muzakkir.

Dijelaskanya, Pemerintah Pidie Jaya sudah berencana menyalurkan benih gratis untuk petani Pidie Jaya pada musim tanam rendengan ini dengan sumber dana Otsus. Namun hal itu terkendala di tingkat provinsi.

“Pengadaan benih terkendala di provinsi, sehingga tidak jadi pengadaan benih untuk petani Pidie Jaya,” imbuhnya.

Sementara untuk mengolah tanah musim tanam rendengan, pemerintah juga tidak mensubsidikan biaya olah tanah. Untuk saat ini lanjutnya, tractor milik pemerintah mencapai 60 unit lebih, sedangkan untuk handtractor yang sudah dibagikan kepada kelompok masyarakat mencapai 100 unit lebih.

“Untuk biaya olah tanah juga tidak ada bantuan. Semua dilakukan swadaya oleh petani. Tractor roda empat yang ada pada Dinas Pertanian saat ini sebanyak 60-an, 20 diantaranya milik provinsi yang dititipkan. Sementara handtractor telah dibagikan kepada kelompok masyarakat, jumlah handtractor mencapai seratusan,” sebut Muzakkir.

Pantauan AJNN, sebagian wilayah di Pidie Jaya seperti di Kecamatan Bandar Baru mulai diolah tanah untuk musim tanam rendengan. Namun di beberapa kecamatan lainnya seperti di Kecamatan Meureudu umur padi masih bervariasi, mulai satu bulan hingga hampir panen. Hal itu tentu tidak akan terlaksanakan tanam serentak seperti yang dicanagkan oleh pemerintah setempat.

Namun menurut Muzakkir, tanam serentak itu tidak mesti tanam sekaligus se-kabupaten, menurutnya, yang dimaksud tanam serentak itu adalah tanam bersama dalam satu hamparan sawah.

“Tanam serentak itu minimal satu hamparan. Namun lebih baiknya jika kami dapat mengerakkan seluruh petani di Pidie Jaya untuk serentak, hal itu lebih baik untuk mencegah penyakit dan hama,” jelasnya.

 

Komentar

Loading...