Unduh Aplikasi
WTP Pemerintah Aceh 2019

Mukhlis Takabeya: Saya Merasa Ditipu Irwandi Yusuf

Mukhlis Takabeya: Saya Merasa Ditipu Irwandi Yusuf
Mukhlis, adik Bupati Bireun Saifanur. Foto: Lintasgayo.co

LHOKSEUMAWE - Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Group, Mukhlis menanggapi terkait pemberitaan yang menyebutkan keterlibatan dirinya dalam pembukaan rekening pada Bank Mandiri KCP Bireuen untuk keperluan dana tampungan Irwandi Yusuf. Muklis mengaku merasa dikerjai dan ditipu.

“Baiklah, saya luruskan terkait pemberitaan tersebut yang sudah beredar. Dalam hal ini saya dikerjai dan ditipu oleh pihak yang bersangkutan,” kata Mukhlis Takabeya kepada AJNN, Senin (22/10).

Terkait pembukaan rekening itu, adik Bupati Bireung itu mengaku sudah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi sekitar tanggal 9 Agustus 2018. Ia dimintai sejumlah keterangan terkait buku Bank Mandiri yang tertulis atas namanya.

“Saat KPK memanggil saya, mereka menanyakan rekening Bank Mandiri atas nama saya, yang diduga telah digunakan untuk menerima kiriman yang serta mengirim uang kepada sejumlah pihak diantaranya Fenny Steffy Burase dan Muhammad ZA,” ungkap Mukhlis.

Muklis mengungkapkan pada bulan November 2017, Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf kembali menelpon dirinya untuk kesekian kali, dan dalam pembicaraan tersebut, Irwandi bermaksud untuk meminta pinjaman uang. Setelah sebelumnya Mukhlis mengaku beberapa kali menolak, namun pada hari itu dirinya menyetujuinya.

“Saya sudah kenal lama dengan beliau (Irwandi) dan pada saat itu juga sudah terpilih sebagai Gubernur Aceh, jadi saya yakin saat itu Irwandi tidak akan menipu saya terkait peminjaman uang tersebut,” jelas Mukhlis.

Baca: Mukhlis, Adik Bupati Bireuen Yang Buka Rekening Penampung Suap Irwandi Yusuf

Selanjutnya, Mukhlis mengaku Irwandi memintanya untuk membuat rekening baru atas nama Mukhlis yang nantinya, pin ATM card diserahkan untuk Irwandi. Dengan alasan, agar hutangnya (Irwandi) dengan Mukhlis tidak diketahui oleh pihak lain.

“Setelah berkonsultasi dengan pihak bank, saya penuhi permintaannya. Dalam buku tersebut saya simpan uang senilai Rp 600 juta,” ujar Mukhlis.

Mukhlis menyebut total uang yang sudah dikirim kepada Irwandi Yusuf dalam bentuk hutang senilai Rp 3.650 miliar. Uang tersebut dikirim dalam jangka waktu yang berbeda, sesuai dengan permintaan Irwandi.

“Setelah saya membuka rekening itu, saya tidak tahu menahu untuk apa saja rekening itu digunakan. Karena saya percaya Irwandi jujur dan komitmen dengan kesepakan awal kalau rekening itu hanya digunakan untuk menerima hutang yang saya berikan untuknya,” ungkapnya.

Setelah Irwandi Yususf ditangkap, Mukhlis bergegas mendatangi bank tersebut dan meminta print out. Ternyata, disana terbongkar kalau rekening tersebut tidak hanya dipergunakan untuk menerima uang yang dipinjamkannya saja, namun juga menerima uang dari pihak lain. Karena sms banking dibuat hanya untuk Irwandi selaku pemegang buku.

“Terkait rekening tersebut saya sudah sampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan sebenar-benarnya saat saya diperiksa oleh KPK. Dan disini saya benar-benar ditipu dan dibohongi,” katanya.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...