Unduh Aplikasi

JAWABAN KPK ATAS PRAPERADILAN IRWANDI

Mukhlis Buka Rekening Tampungan Suap Irwandi

Mukhlis Buka Rekening Tampungan Suap Irwandi
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pascaterjaring operasi tangkap tangan (OTT), di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018). - ANTARA/Reno Esnir

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengugkapkan adanya fakta baru yang terungkap saat tahap penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Fakta baru itu terungkap atas pemeriksaan saksi Mukhlis yang telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada Kamis (16/8).

Dalam jawaban KPK atas praperadilan Irwandi, disebutkan bahwa Irwandi meminta Mukhlis agar membukakan rekening pada Bank Mandiri KCP Bireuen untuk keperluan dana tampungan Irwandi Yusuf. Disebutkan bahwa kartu ATM, PIN ATM, password internet banking berada dalam penguasaan Irwandi Yusuf.

Berikut kronologi rekening tampungan Irwandi Yusuf pada Bank Mandiri KCP Bireuen.

Rekening tampungan untuk Irwandi Yusuf itu dibuka sekitar awal November 2017, dimana Irwandi menghubungi Mukhlis melalui telepon genggam di nomor 081265553032 untuk meminta bantuan berupa pinjaman uang. Irwandi juga meminta agar Mukhlis membukakan rekening bank untuk dirinya agar apabila dia membutuhkan uang dapat langsung menarik uangnya.

Sebelumnya Irwandi sudah berkali-kali menghubungi Mukhlis untuk masalah ini, namun tidak Mukhlis pedulikan. Akan tetapi setelah saksi pikirkan, Irwandi sudah menjadi Gubernur Aceh sehingga tidak mungkin akan menipu dirinya dalam masalah peminjaman uang.

Bahkan Mukhlis sempat bertanya kepada staf marketing Bank Mandiri Banda Aceh mengenai masalah yang mungkin timbul bila dirinya membukakan rekening dan memberikan kartu ATM beserta PIN dan Password untuk bertransaksi kepada orang lain (dalam hal ini Irwandi Yusuf). Marketing Bank Mandiri tersebut mengatakan tidak masalah selama dia (Muklis) bisa mengontrol arus keluar masuk uang di rekening tersebut.

Lalu Mukhlis membukakan rekening untuk Irwandi Yusuf dengan atas namanya dan memindahkan uang dari rekening Bank Mandiri lainnya sejumlah Rp 600.525.493,63. Besoknya, Mukhlis menghubungi Irwandi untuk bertemu di rumah pribadi Irwandi di Lamprit Banda Aceh untuk memberikan amplop berisikan kartu ATM dan nomor PIN.

Selanjutnya, KPK juga mengungkapkan apa saja jenis transaksi yang dilakukan oleh Irwandi Yusuf dengan menggunakan tabungan Bank Mandiri Nomor Rekening: 158-00-0370663-7 atas nama Mukhlis.

Kepada penyidik, Mukhlis menjelaskan dengan melihat print out rincian transaksi yang dia peroleh dari Bank Mandiri, transaksi yang dilakukan oleh Irwandi yaitu tarik tunai, namun Mukhlis tidak mengetahui aliran uang itu selanjutnya.

Kemudian, pembelanjaan di restoran dan toko, baik dalam maupun luar negeri, transfer ATM dengan keterangan ke Fenny Steffy Burase, Muhammad Zaini, untuk anak kolong jembatan, dan bayar gaji karyawanmu.

Selanjutnya, MCM InhouseTrf yang merupakan transaksi yang menggunakan internet banking. Mukhlis juga menjelaskan bahwa dirinya beberapa kali menyetorkan uang ke tabungan Bank Mandiri Atas nama Mukhlis tersebut.

Selain itu, Mukhlis juga menjelaskan ada penyetor uang selain dirinya ke tabungan Bank Mandiri atas nama Mukhlis yaitu Zulfadli pada tanggal 27 Februari 2018 sebesar Rp 50 juta, setor tunai pada tanggal 27 Maret 2018 sebanyak Rp 120 juta, transfer-pembayaran hutang material pada tanggal 8 Juni 2018 sebesar Rp 1 miliar, transfer-pembayaran hutang material pada tanggal 28 Juni 2018 sebanyak Rp 200 juta.

Untuk penyetoran pertama dan kedua, Muklis tidak dapat menjelaskan kepada penyidik dikarenakan tidak mengenal ataupun mengetahui siapa yang melakukan penyetoran. Namun untuk penyetor ketiga dan keempat Mukhlis menganggap Irwandi Yusuf yang melakukan penyetoran karena Irwandi menghubunginya setelah setoran dilakukan.

Mukhlis juga mengungkapkan alasan pemindah buku saldo sejumlah Rp 1.625 miliar dari tabungan Bank Mandiri atas namanya pada tanggal 4 Juli 2018 dan menutup rekening tersebut pada tanggal 12 Juli 2018, karena dia mendapat informasi Irwandi Yusuf dibawa ke Jakarta tanggal 3 Juli 2018 malam oleh KPK.

Tak hanya itu, Mukhlis juga mengatakan telah mengembalikan uang Rp 1,2 miliar kepada negara melalui rekening KPK - Perkara DOKA Aceh di Bank Mandiri dengan nomor Virtual Account 8881201806000012 karena uang tersebut yang disetorkan oleh Irwandi Yusuf ke dalam tabungan tersebut yang telah dituangkan dalam BAP.

Menurut KPK, tindakan yang dilakukan oleh Irwandi Yusuf dengan menyuruh Mukhlis membuka rekening atas nama Mukhlis dan Irwandi yang menggunakan ATM (non cash) merupakan modus Irwandi dalam menerima suap dengan tujuan agar tidak mudah dilacak oleh aparat penegak hukum.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...