Unduh Aplikasi

Muhammad Sabik Tak Hadir, Sidang Pemeriksaan Saksi Kasus Calo PNS Kembali Ditunda

Muhammad Sabik Tak Hadir, Sidang Pemeriksaan Saksi Kasus Calo PNS Kembali Ditunda
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA – Sidang terhadap Maimun bin Musa, terdakwa kasus penipuan calo Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya dengan agenda pemeriksaan saksi kembali ditunda.

“Sidang terhadap Maimun hari ini kembali ditunda, sebab ada saksi yang belum hadir hari ini. Sidang terhadap terdakwa Maimun ditunda Rabu depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi,” kata Kejari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasipidum, Aulia kepada AJNN, Rabu (19/6).

Adapun saksi yang belum dapt dihadirkan hari ini adalah, Muhammad Sabik dan Amarul Bayu. Kedua nama itu disebut-sebut sebagai saksi kunci dalam kasus penipuan calo PNS di lingkungan Pemerintah Aceh. Sementara saksi yang hadir dalam sidang tersebut yakni Rizal Fahlefi bin A Rainy dan Hendra Darmawan bin Mardeli.

Aulia mengakui sedikit terkendala dalam menghadirkan Muhammad Sabik, pasalnya, yang bersangkutan adalah narapida di rutan Banda Aceh. Namun pihaknya meyakini, Rabu pekan depan akan menghadirkan Muhammad Sabik dalam sidang pemeriksaan saksi yang ketiga kali di PN Pidie Jaya.

“Muhammad Sabik kan napi di Banda Aceh, jadi untuk mendatangkan saksi yang berstatus sebagai napi butuh proses. Insyaallah, Rabu depan kami akan menghadirkan dua saksi itu,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Sabik saat ini telah menjadi tahanan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh. Ia terlibat dalam kasus penipuan dan telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu, Aceh Besar. Kasipidum Kejari Banda Aceh, Ricky menyebutkan Muhammad Sabik telah ditetapkan tersangka oleh pihak Polresta Banda Aceh dan sudah masuk tahap dua.

"Berkasnya sudah tahap dua, kemarin berkasnya telah kami terima dari pihak Polresta. Saat ini yang bersangkutan kita titipkan di Rutan Kajhu," kata Ricky, Rabu 10 Oktober 2018.

Nama Muhammad Sabik (MS) disebut-sebut sebagai otak pelaku dalam kasus calo Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan menipu puluhan orang di Aceh yang tersebar di seluruh Aceh.

Keterlibatan MS diungkap Maimun yang didampingi kuasa hukumnya, Yulfan saat menggelar konferensi pers Senin (8/10). Dalam konferensi pers itu Maimun membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa dirinya calo PNS seperti diberitakan beberapa media selama ini. Dia mengaku sebagai korban dari MS. Bahkan telah menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta untuk meluluskan anak dan istrinya.

"Saya juga menjadi korban, istri dan adik saya juga ditipu oleh oknum di lingkungan Pemerintah Aceh yang mengaku bisa meluluskan menjadi PNS," katanya, Senin 8 oktober 2018.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...