Unduh Aplikasi

MPU Keluarkan Fatwa Haram, Turnamen PUBG Tetap Digelar di Aceh Barat

MPU Keluarkan Fatwa Haram, Turnamen PUBG Tetap Digelar di Aceh Barat
Turnamen PUBG digelar di Aceh Barat

ACEH BARAT - Kamis, 19 Juni 2019 ulama Aceh dibawah payung Majelis Pemusyawaratan Aceh (MPU) resmi mengeluarkan fatwa haram terhadap game online Player Unknown's Battle Ground (PUBG).

Namun dua hari setelah fatwa haram itu, di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat malah dilaksanakan turnamen PUBG. Bahkan game yang sedang digrandungi di seluruh penjuru dunia ini diikuti oleh ratusan anak muda dari berbagai Kabupaten kota di Aceh, bahkan ada pemain dari luar provinsi.

Turnamen yang digelar sejak Sabtu, 22- 23 juni memperebutkan hadiah 15 juta rupiah, terdiri dari 77 tim, dimana dalam satu tum sebanyak 4 orang.

Panitia pelaksana turnamant PUBG, Riko Maharsi, mengatakan tetap terlaksananya turnamen tersebut lantaran pihak panitia telah kadung merancang dan mempersiapkan event tersebut jauh-jauh hari, bahkan telah dibuka pendaftaran peserta dua bulan yang lalu.

"Kami tidak mungkin membatalkan lagi kegiatan ini. Mengingat fatwa haram yang telah dikeluarkan MPU H-2 kegiatan," kata Riko Maharsi, kepada wartawan.

Bagi Riko dan rekan-rekan pelaksanaan game mobile itu bukan bermaksud menantang fatwa ulama. Karena menurutnya ulama adalah guru yang harus dipatuhi, namun disisi lain mereka tidak siap menanggung kerugian jika turnamen itu dibatalkan.

Bagi riko dan rekan-rekannya melaksanakan turnamen yang disponsori oleh Wirataco tersebut, bertujuan membangun silaturahmi bagi penggandrung game online itu.

"Saat ini game eSport ini juga menjadi olah raga tingkat internasional. Dan akan digelar turnamen tingkat asia tidak lama lagi, berlangsung di Indonesia," ungkapnya.

Komentar

Loading...