Unduh Aplikasi

Modus Gila Penyerang Modus

Modus Gila Penyerang Modus
Ilustrasi: The Alpen Institute

TEROR terhadap media massa kembali terjadi di Aceh. Yang menjadi sasarannya adalah Tabloid Modus yang berkantor di kawasan Beurawe, Banda Aceh. Pelaku merusak kaca di bagian depan, beberapa barang elektronik dan benda lainnya di dalam kantor tersebut. Ini adalah kejadian kedua. Tahun lalu, kantor media ini juga dirusak oleh orang berseragam sebuah organisasi massa. Kejadian dua malam lalu, menurut Muhammad Saleh, pimpinan media tersebut, juga dilakukan oleh orang yang sama.

Ini adalah bentuk intimidasi yang tak seharusnya terjadi. Namun karena tak ada tindakan yang menimbulkan efek jera, pelaku kembali berbuat onar dan melakukan tindakan yang sama. Sama seperti anggapan Saleh, seharusnya polisi tidak terlalu cepat mempercayai pelaku sebagai orang yang tidak waras. Namun karena tak ada pemeriksaan mendalam terhadap tersangka, akhirnya stempel sebagai orang “tidak waras” menjadi legalisasi untuk pelaku berbuat sesukanya.

Intimidasi terhadap wartawan atau media massa seharusnya tidak perlu terjadi. Apalagi di saat seluruh payung hukum tersedia. Namun ternyata, beberapa orang lebih suka menggunakan cara-cara tak sehat dalam menanggapi sebuah berita yang tak sesuai dengan kebutuhannya. Perusakan terhadap kantor Modus itu sedikit banyak mempengaruhi psikologis juru warta dalam bertugas. 

Wartawan dan media massa, selama bekerja untuk peristiwa jurnalistik, mendapat perlindungan dari Undang-Undang Pers. Sejumlah lembaga negara, termasuk juga kepolisian, bahkan telah menandatangani kesepahaman dengan Dewan Pers untuk menggunakan delik pers saat berhadapan dengan kasus-kasus pemberitaan.

Wartawan tak bisa ditangkap atau dikriminalkan atas berita yang mereka tulis. Setiap keberatan hendaknya dapat disampaikan lewat bantahan, entah itu lewat telepon, surat resmi, atau pesan singkat, kepada redaksi atau wartawan yang bersangkutan. Bantahan ini wajib dimuat di halaman dan rubrik yang sama dengan berita yang dibantah.

Di sisi lain, wartawan juga harus bekerja sesuai undang-undang tersebut dan kode etik. Setiap wartawan harus melakukan verifikasi terhadap data dan keterangan yang mereka terima dari sumber. Setiap pemberitaan juga harus berada dalam norma-norma jurnalistik.

Demikian pula perusahaan pers. Dewan Pers mewajibkan seluruh perusahaan pers untuk memenuhi persyaratan standar sebuah perusahaan media massa. Termasuk juga urusan gaji dan perlindungan terhadap wartawan yang selama ini sering kali diabaikan. Ketidakpedulian perusahaan pers juga membuka celah bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk berlagak seperti wartawan--bermodalkan kartu pers--tapi bekerja layaknya tukang palak.

Sudah selayaknya polisi mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap kantor Modus Aceh. Ini adalah preseden buruk yang tak boleh terulang. Polisi tak cukup hanya menangkap pelaku. Polisi harus pula mengungkap otak di balik perusakan tersebut.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...