Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Mobil Pemotong Padi Tak Ada, Petani di Pijay Mengeluh

Mobil Pemotong Padi Tak Ada, Petani di Pijay Mengeluh
Persawahan di Gampong Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Petani di Gampong Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, mengeluh karena tidak ada combin untuk memanen padi mereka.

Padahal tanaman padi di persawahan gampong tersebut sudah berumur atau dalam bahasa daerah Aceh disebut rhuek atau rungkhok, dengan kondisi tersebut seharusnya padi sudah dapat dipotong atau dipanenkan.

"Seharusnya sudah satu minggu yang lalu dapat dipotong. Namun mobil pemotong padi (combin) hanya ada satu, jelas tidak cukup untuk persawahan seluas itu yang padi nya sudah harus dipanen. Itupun tarifnya dinaikkan dari harga biasanya," kata Maimun, salah seorang petani di persawahan tersebut, kepada AJNN, Kamis (14/3).

Pengelola atau agen combin, Abdul Manaf yang dijumpai AJNN di persawahan itu mengatakan, saat ini hanya ada satu combin yang bekerja di persawahan tersebut. Dengan kondisi padi yang telah berumur, seharusnya harus ada beberapa combin untuk memanen padi yang diperkirakan masih ada lebih dari 30 hektar tersebut.

Abdul Manaf menjelaskan, biasanya tarif untuk satu naleh (empat naleh satu hektare) sebesar Rp 600 ribu, tetapi saat ini tarifnya menjadi Rp 700 ribu per naleh.

"Dengan luas sawah mencapai 30 hektare lebih yang belum dipanen, harus ada combin lain untuk memotong padi disini. Kalau untuk harga potong per naleh saat ini Rp 700 ribu," katanya.

Menurutnya, combin pemerintah yang ada pada dinas pertanian setempat harus memprioritas petani di Pidie Jaya. Dengan kondisi padi yang rhungkhok, serta tidak ada combin, sambungnya, hal itu tidak berbeda dengan menyengsarakan petani di Pidie Jaya.

"Combin pemerintah ada, tapi sudah disewakan, seharusnya combin pemerintah itu harus mengutamakan petani di Pidie Jaya. Jika seperti ini, sama juga menyengsarakan petani," kesalnya.

Pantauan AJNN, sebagian petani di persawahan Gampong Baroh Musa itu memanen padi dengan cara tradisional.

"Meunye jeut neuba moto koh pade keunoe hai pak, hana sayang neuh neukalen kamoe, pade ka rhuek, tapi moto hana, (Kalau bisa dibawa combin kesini, tidak sayang melihat kami, padi sudah berumur, tapi combin tidak ada)," sebut emak-emak saat AJNN mengambil foto.

Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Muzakkir yang di konfirmasi AJNN via seluler menyebutkan, enam combin milik pemerintah disewakan kepada pihak ketiga.

Saat ini, ketiga combin itu telah menyebar posisinya, dua unit di Kecamatan Bandar Dua, dua unit di Kecamatan Trienggadeng, dan satu unit lagi belum jelas informasinya.

"Combin pemerintah sudah disewakan kepada pihak ketiga. Saat ini ada yang lagi bekerja di Trienggadeng, Bandar Dua dan Bandar Baru. Sedangkan yang disewakan oleh Kheri, saya belum tau dimana keberadaan combin itu, nanti saya coba tanyakan," katanya.

Namun lanjut Muzakkir, pihaknya akan mengusahakan combin untuk memanen padi petani di Gampong Baroh Musa.

"Saya usahakan combin untuk memanen padi di Musa Baroh. Keputusan pengusaha combin Pidie dan Pidie Jaya menetapkan harga potong padi per naleh sebesar Rp 600 ribu," jelasnya.

Khanduri Laot

Komentar

Loading...