Mimpi Airan, balita penderita Retinoblastoma untuk melihat dunia

Mimpi Airan, balita penderita Retinoblastoma untuk melihat dunia
AIRAN, Keterangan foto : Airan,balita penderita kanker mata sedang diperiksa dokter di RSUDZA
SESEKALI balita lelaki itu menangis, sesekali ia juga tertawa. Bukan karena melihat sesuatu yang menyeramkan atau sesuatu yang menyenangkan. Tetapi ia bisa merasakan atau bahkan mendengarkan apa yang terjadi di sekelilingnya. Ya. Hanya itu yang bisa ia perbuat untuk memahami kehidupan ini. Sudah sembilan bulan kedua matanya terserang sel kanker.

Anak lelaki yang masih berusia  1,4 tahun itu, bernama Airan Barat. Ia terlahir normal seperti balita pada umumnya, namun pada usia tujuh bulan timbul bintik-bintik putih pada pupil mata sebelah kanannya. Penyakit itu seperti penyakit katarak pada orang dewasa. Melihat hal tersebut, kedua orang tua Airan berusaha untuk menyembuhkannya dengan harap penyakit itu tidak menyebar atau meluas lagi.

Namun, karena minimnya pengetahuan dan penyuluhan kesehatan kedua orangtua Airan hanya membawanya ke Puskesmas terdekat di kampung halamannya Subulussalam. Di puskesmas, Airan hanya diberi obat tetes mata. Karena mata nya tidak kunjung mengalami perubahan untuk sembuh, Airan pun dibawa lagi oleh kedua orangtuanya untuk berobat kepada salah satu orang pintar atau dukun.

“Airan, waktu itu kami bawak ke dukun. Berharap bisa sembuh. Cara pengobatan dukun itu sedikit aneh, ia menjilat dan meludahi mata Airan. Dari situlah, mata anak kami jadi semakin parah. Bola matanya keluar, dan berlendir,” Ujar Siti, ibu kandung Airan.

Setelah melihat kesehatan mata anaknya tak kunjung tiba, Siti dan suaminya Martono langsung membawa lari Airan ke RSUDZA Banda Aceh. Sampai di RSUDZA, balita itu tidak di tangani sampai dua minggu lebih. Orangtua Airan pun hanya bisa pasrah, sebab mereka tidak bisa berbuat banyak di karenakan sulitnya ekonomi keluarganya. Mereka hanya menginap di rumah singgah dalam kurun waktu yang tidak dapat ditentukan, mata Airan yang semula hanya sakit sebelah kanan menjadi menular pada mata sebelah kiri.

“Airan sekarang sedang mengikuti kemotherapy, sampai kemo ke enam nantinya. Sebab, Rumah sakit hanya berani melakukan kemo saja untuk dapat mengurangi deritanya. Untuk tindakan lebih tidak bisa, sebab Rumah Sakit Umum di Aceh tidak memiliki spesialis kanker anak,” Ujar Ratna Eliza, Pendiri GePeKa (Gerakan Peduli Kasih Anak Kanker) Aceh.

Sampai saat ini balita itu, positif terkena Retinoblastoma ODS. Salah satu penyakit kanker yang menyerang bagian pupil mata. Retinoblastoma adalah penyakit tumor ganas primer pada anak yang tumbuh dengan cepat berasal dari sel retina mata.  Setelah mengikuti kemotherapy, bagian mata airan mulai membaik, dan mengempis. Tapi sayang, obat keras kemotherapy menurunkan kondisi tubuhnya. Airan, sering demam, berat badannya semakin menurun, rambutnya semakin rontok, dan perlahan setiap harinya Hb tubuhnya mulai berkurang.

Menurut hasil ronsen, mata Airan sudah positif terserang kanker kedua-duanya. Namun, mata kanannya tidak bisa lagi terselamatkan, sebab sel kanker itu sudah mulai menggorogoti sel-sel lain di bagian matanya. Untuk mata sebelah kiri, sel kanker belum menggeroggoti habis. Sehingga ada kemungkinan Airan masih dapat melihat, walau dengan hanya mata kiri saja.

“Kita maunya, Airan ini sembuh. Walaupun nantinya hanya bisa melihat dengan mata kiri saja. Airan ini, masa depannya masih panjang. Jadi, saya berniat membawa ia ke Jakarta. Disana ada banyak dokter spesialis kanker anak. Ini semua untuk kebaikannya, yang kita butuhkan sekarang adalah rujukan dari dokter disini. Sekarang semua sudah gampang, karena ada BPJS, asal dokter disini bisa melewatkan rujukan saja sudah cukup,” Lanjut Ratna Eliza, saat di jumpai AJNN, pekan lalu.

 

| DARA HERSAVIRA
data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...