Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Merasa Dizalimi oleh DPD, Pengurus DPC Demokrat Pijay Mundur Massa

Merasa Dizalimi oleh DPD, Pengurus DPC Demokrat Pijay Mundur Massa
Sekretaris DPC Demokrat Pidie Jaya, Ramli melakukan jumpa pers usai dirinya resmi mengundurkan diri. Foto: Muksalmina

PIDIE JAYA – Pengurus dan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kabupaten Pidie Jaya mengundurkan diri secara massa dari partai tersebut karena merasa dizalimi oleh petinggi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh.

“Lebih dari 11 tahun, saya telah melaksanakan perintah partai, baik perintah langsung dari Ketua DPP Demokrat, maupun tugas partai yang disampaikan Ketua DPD Demokrat Aceh. Tapi karena belakangan ini, saya dizalimi, saya mengundurkan dari sekretaris sekaligus sebagai kader Partai Demokrat,” kata Sekretaris DPC Partai Demokrat Pidie Jaya, Ramli, saat jumpa pers di warkop Pondok Serambi, komplek perkantoran bupati Pidie Jaya, Kamis (27/6).

Dijelaskannya, penzaliman itu dilakukan oleh petinggi partai ditinggkat DPD Provinsi Aceh dengan mencopot dirinya sebagai Sekretaris DPC Demokrat Pidie Jaya tanpa pemanggilan, teguran dan pemberitahun apapun kepada dirinya. Padahal, sehemat Ramli, dirinya tidak pernah melanggar AD/ART maupun aturan lain partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Menurutnya, pencopotan tersebut adalah penzaliman terhadap dirinya yang selama ini menjalakan tugas partai di Pidie Jaya dengan mengunakan dana pribadinya.

“Selama ini, saya menjalankan perintah partai dengan mengunakan uang saya sendiri, baik biaya operasional, sewa kantor dan biaya lainnya. Pencopotan sepihak ini adalah penzaliman terhadap saya,” jelasnya.

Nama-nama yang mengundurkan diri dari pengurus DPC Demokrat Pijay. Foto: Ist

Dikatakannya, setelah ia mengundurkan diri dari Partai Demokrat, lebih dari 25 pengurus dan kader DPC Demokrat Pidie Jaya ikut serta mengundurkan diri. Bahkan sambungnya, bakal calon legeslatif DPRK Pidie Jaya daerah pemilihan Tringgadeng-Panteraja (Dapil 4) semuanya juga ikut mengundurkan diri.

“Tertanggal 25 Juni 2018 saya telah mengundur dari Partai Demokrat, setelah saya mengundurkan diri, pengurus dan kader lainnya juga ikut mengundurkan diri,” imbuhnya.

Menurut mantan Wakil Ketua DPRK Pidie Jaya periode 2009-2014 itu, ada tokoh Pidie Jaya yang baru jadi ‘mualaf’ dalam DPC Demokrat Pidie Jaya yang sengaja menjatuhkan karakternya ditingkat DPD.

“Seharusnya, petinggi partai itu mengutamakan orang yang telah berjasa dan membesarkan partai, bukan menganak emaskan tamu yang baru masuk,” ungkapnya.

Setelah dirinya mengundurkan diri dari Partai Demokrat, banyak partai partai nasional yang mengajaknya bergabung dan menjadi pengurus partai di kabupaten tersebut. Namun, ia memastikan akan bergabung dengan salah satu partai lokal terbesar di Aceh.

“Banyak partai nasional yang mengajak saya bergabung. Tapi, Insyaallah 80 persen saya akan bergabung dengan Partai Aceh,” imbuh Ramli.

Khanduri Laot

Komentar

Loading...