Unduh Aplikasi
WTP Pemerintah Aceh 2019

Menjadi Kita

Menjadi Kita
Ilustrasi: litmos

BANYAK diskusi, yang serius atau sekadar cang panah, digelar membahas tentang kelautan. Pertanyaan yang selalu muncul saat membicarakan laut di Indonesia adalah “mengapa kita tak bisa sejahtera dengan kekayaan laut?”

Seperti yang disampaikan Marwan, akademisi Universitas Syiah Kuala, dalam sebuah diskusi tentang kelautan kemarin. Dia berujar bahwa kondisi maritim Aceh tergolong cukup potensial. 

Aceh memiliki garis pantai sepanjang 1.660 kilometer dengan luas perairan laut empat kali luas daratannya. Posisinya tepat berada di ujung Sumatera yang bersentuhan langsung dengan negara-negara lain di Asia dan Afrika. Daerah ini merupakan gerbang paling barat Indonesia.

Perairan Aceh juga menjadi rumah dan jalur perlintasan ratusan jenis ikan dan biota laut bernilai lainnya. Namun potensi yang ada ini tak bisa diubah menjadi energi yang mampu menyejahterakan rakyat Aceh dan berkontribusi pada kemajuan Indonesia.

Dalam urusan garam saja kita masih kelimpungan. Belum lagi mengurusi hasil tangkapan dan mengelolanya hingga memperoleh nilai tambah ekonomis bagi nelayan dan penduduk Aceh yang sebagian besar menetap di pesisir pantai.

Di sinilah peran ilmu pengetahuan dibutuhkan. Perguruan tinggi hendaknya tidak lagi berkutat pada riset namun harus mampu mendorong aplikasi pengetahuan yang mereka miliki ke masyarakat. Dan ini membutuhkan kemampuan untuk menerjemahkan bahasa-bahasa yang kompleks, yang biasa digunakan di kampus, menjadi bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.

Selama ini, masyarakat dan akademisi lebih banyak berjalan sendiri-sendiri. Riset yang ada juga lebih banyak menjadi pelengkap perpustakaan ketimbang digunakan untuk mendongkrak pengetahuan dalam mengelola sektor kelautan. Ide dan usulan hebat lebih banyak tertahan di ruang-ruang diskusi yang nyaman dan ber-AC.

Hal ini diperburuk dengan ketidakpekaan pemerintah, baik di provinsi dan daerah, dalam merancang program peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia. Padahal Aceh membutuhkan seluruh dukungan untuk untuk membangun industri sendiri agar tumbuh dan berkembang menjadi daerah yang sejahtera.

Di Aceh, ada banyak potensi yang bisa digarap. Ada banyak sumber daya manusia yang tersedia. Persentuhan antara dunia akademi dan masyarakat adalah cara agar dunia pendidikan menyatu dengan alam nyata dan menjadi pendobrak jalan buntu pembangunan yang tak terarah. Yang dibutuhkan saat ini adalah kerendahan hati agar “kami” menjadi “kita”.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...