Unduh Aplikasi

Mengintip Tradisi Masak Bubur Nasi Massal di Kuala Leuge

Mengintip Tradisi Masak Bubur Nasi Massal di Kuala Leuge

ACEH TIMUR - Gampong Kuala Leuge merupakan salah satu desa yang penduduknya secara umum berprofesi sebagai nelayan tradisional, hingga kini masyarakat setempat masih menjaga tradisi adat istiadat secara turun-temurun.

Salah satu tradisi adat yang sudah bertahan lama yaitu memasak bubur nasi (Wot ie bu) secara massal oleh semua ibu-ibu yang ada di Gampong Kuala Leuge. Tradisi itu dilakukan seiring dengan masuknya bulan Sya'ban atau dalam bulan Aceh disebut Kanduri Bu.

Pantauan AJNN, Jumat (24/3), di Desa Kuala Leuge, para kaum hawa berbondong-bondong ke halaman Meunasah tempat dimana acara memasak bubur nasi, para kaum ibu sengaja membawa kayu bakar, kuali, beras, gula dan bahan-bahan lainnya untuk memasak bubur nasi.

Ketua Tuha Peut Gampong Kuala Leuge Muhammad Ishak yang turut didampingi Keuchik setempat mengatakan, bubur nasi yang dimasak secara massal itu nantinya akan diberikan kepada para Jamaah Jumat dan pengunjung ke lokasi itu.

"Setelah memasak secara bersama-sama, kemudian disajikan ke meunasah sebagai kenduri kepada kaum laki-laki untuk dimakan bersama-sama setelah selesai Salat Jumat, dan tradisi kenduri bubur nasi ini memang telah berlangsung sejak lama secara turun temurun di sini," ujar Muhammad Ishak.

Komentar

Loading...