Unduh Aplikasi

Menghapus Bintang di BPKS

Menghapus Bintang di BPKS
Ilustrasi: mahabahoo

TIDAK tanggung-tanggung, Kementerian Keuangan memberikan bintang terhadap 34 kegiatan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang tahun anggaran ini. Tahun ini, BPKS mengelola anggaran sebesar Rp 221 miliar. Rp 54 miliar di antaranya tidak dibintangi.

Ini bukan bintang yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Di dalam penganggaran, tanda bintang berarti peblokiran. Anggaran atau kegiatan itu tidak bisa dikerjakan atau digunakan sebelum bintang itu dicabut. Ini terkait dengan kelengkapan administrasi dari kegiatan yang disusun. Manajemen BPKS harus mengklarifikasi ke Kementerian Keuangan untuk memastikan anggaran itu layak digunakan, atau tidak.

Ini adalah tugas yang harus dituntaskan Razuardi Ibrahim. Setelah ditunjuk menggantikan Sayed Fadhil, ada banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bekas Sekretaris Daerah Aceh Tamiang itu. Mulai dari mengatur ulang manajemen hingga menata kembali anggaran BPKS agar benar-benar berjalan sesuai dengan niat pembentukannya.

Razuardi tidak perlu ragu untuk menyesuaikan atau mencoret daftar yang telah diajukan untuk diganti dengan program lain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan BPKS. Ini adalah pekerjaan penting sehingga anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat itu benar-benar bermanfaat bagi pengembangan kawasan Sabang dan Aceh Besar.

BPKS sendiri memiliki banyak potensi yang menarik bagi investasi. Tidak hanya pariwisata, daerah ini juga memiliki potensi di bidang perikanan, peternakan dan industri. Keberadaannya juga sangat strategis karena berada di salah satu jalur lalu lintas perdagangan dunia. Peran BPKS dalam segitiga kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) harus benar-benar dibuktikan dengan langkah nyata.

BPKS harus mampu mendorong kemandirian daerah. Masyarakat Sabang dan kepulauan di Aceh Besar, yang menjadi daerah operasional BPKS, harus dibangun secara menyeluruh sehingga mereka mampu melahirkan produk-produk lokal yang bisa bersaing. Pertumbuhan ekonomi ini juga akan menyerap banyak lapangan kerja dan memunculkan sisi kreatif yang selama ini seperti mati suri di Sabang dan Aceh Besar.

Pekerjaan berat ini jelas tak bisa dipikul sendiri. Namun sebagai orang yang ditunjuk untuk meneruskan estafet kepemimpinan di BPKS, Razuardi harus jeli memilih orang yang akan bekerja mendampinginya. Orang-orang yang memiliki gairah yang sama dalam membangun negeri lewat BPKS. Bukan mereka yang memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok.

Razuardi juga harus memastikan langkah yang diambil tidak berdampak pada konsekuensi hukum. Artinya, setiap keputusan yang diambil harus mendapat pertimbangan yang matang. Bukan berdasarkan pesanan atau titipan kekuasaan. Sebagai sosok yang memiliki catatan yang bersih, Razuardi harus bisa mengawal kepentingan BPKS di atas kepentingan yang ingin melanggengkan kekuasaan di lembaga itu.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...