Unduh Aplikasi

Mengenalkan Pendidikan Kemaritiman di TK Pertiwi Kota Sabang

Mengenalkan Pendidikan Kemaritiman di TK Pertiwi Kota Sabang
Sri Wahyuni. Foto: Ist

Oleh: Sri Wahyuni

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbanyak dan terbesar di dunia, memiliki 13.574 pulau dan dua pertiga wilayahnya adalah lautan. Kondisi wilayah tersebut mengandung sumber daya alam yang berlimpah dari berbagai aspek pertambangan, perikanan, budidaya tanaman, ikan, pariwisata, transportasi dan sebagainya.

Pada wilayah itu pula tersebar ribuan lembaga PAUD dan jutaan anak usia dini, mereka membutuhkan pendidikan yang dapat mengenalkan kondisi lingkungan dimana mereka tinggal. Pendidikan kemaritiman menjadi sangat penting dalam membantu anak-anak mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan saat ini dan dimasa depan untuk melindungi ekosistem pesisir kita.

TK Pertiwi adalah salah satu lembaga PAUD yang berada di pulau terujung bagian barat Indonesia yaitu pulau Weh yang ibukotanya adalah Kota Sabang, tempat penulis mengajar selama 23 tahun, jarak TK Pertiwi dengan pantai tidak jauh lebih kurang lima ratus meter yaitu Pantai Kasih, hal ini menjadi alasan yang tepat untuk mengenalkan pendidikan kemaritiman.

Mengacu pada standar isi yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar PAUD dan juga pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 tahun 2014 tentang kurikulum PAUD. Isi dari pendidikan kemaritiman pada anak usia dini memuat materi antara lain Indonesia sebagai negara bahari, potensi dan kekayaan laut, pemanfaatan lingkungan pantai sebagai wahana bermain anak usia dini.

Proses pembelajaran yang di lakukan menggunakan sumber daya yang ada di sekitar lingkungan pantai seperti, perahu, pelabuhan, tempat wisata, hutan mangrove, flora dan fauna dsb.

Penulis melihat sebenarnya semua TK di Sabang khususnya TK Pertiwi telah melaksanakan pendidikan kemaritiman yang tertuang di dalam tema-tema yang ada dalam KTSP, seperti pada tema lingkunganku, tema rekreasi, tema pekerjaan, tema tanah airku, yang banyak mengangkat muatan lokal didalamnya.

Media pembelajaran yang digunakan juga sesuai dengan kemaritiman seperti menggunakan kulit kerang, keong, pasir laut, bunga cemara, batu karang kecil dan lain-lain. Juga mengenalkan tempat-tempat wisata yang ada di Sabang seperti Pantai Gapang, Iboih, Pulau Rubiah dan lain-lain.

Disamping itu juga mengenalkan berbagai biota laut yang ada di Sabang, bermacam jenis ikan, gurita, sotong dan lain-lain. Namun pendidikan kemaritiman belum diintegrasikan ke dalam Kurikulum 13 secara keseluruhan seperti yang dicanangkan pemerintah.

Untuk itu penulis ingin mengajak teman-teman guru PAUD, khususnya guru PAUD yang ada di pesisir pantai seperti di Sabang untuk mengintegrasikan muatan kemaritiman ke dalam Kurikulum13, agar tujuan pendidikan kemaritiman yaitu membangun karakter budaya kemaritiman pada anak usia dini serta mengembangkan sikap bangga dan cinta terhadap tanah air dapat terwujud.

Pendidikan kemaritiman pada lembaga PAUD bukanlah merupakan tujuan yang bersifat penguasaan isi kemaritiman (kelautan) pada anak usia dini, melainkan wahana untuk membantu anak mengembangkan berbagai aspek potensi pertumbuhan dan perkembangannya.

Sebagai pendidik PAUD kita dapat melakukan adaptasi beberapa konten perkembangan yang di sesuaikan dengan capaian perkembangan yang sejalan dengan konsep pendidikan kemaritiman.

Penulis adalah Guru TK Pertiwi Kota Sabang

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...