Unduh Aplikasi

PERINGATAN DISABILITAS INTERNASIONAL

Mengangkat Kapasitas Penyandang Lewat Lomba dan Keterampilan

Mengangkat Kapasitas Penyandang Lewat Lomba dan Keterampilan
Penyandang Disabilitas membagikan souvenir kepada pengendara di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Panggoi, Kota Lhokseumawe, Rabu 5/12/2018.

BANDA ACEH - Berbagai kegiatan digelar memperingati Hari Disabilitas Internasional yang dirayakan 3 Desember tiap tahunnya.

Di Banda Aceh Dinas Sosial Provinsi Aceh menggelar aneka lomba memperingati Hari Disabilitas Internasional, sedang di Lhoksumawe sejumlah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Cinta Mandiri membagikan souvenir kepada pengendara yang melintas di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Panggoi, Kota Lhokseumawe.

Di Banda Aceh peringatan Hari Disabilitas Internasional, digelar Dinas Sosial Aceh di Lapangan Indoor Jasdam, Neusue, Banda Aceh, Rabu (5/12/2018). Kegiatan yang yang dibuka Staf Alhi Gubernur Aceh Bidang pemerintahan, Rachmat Fitri itu, diikuti 290 peserta dari berbagai intansi dan organisasi disabilitas di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan, lomba bertujuan meningkatkan kapasitas serta membangun persepsi bahwa derajat manusia normal dengan penyandang disabilitas itu sama.

“Yang harus diketahui bahwa kita semua sama. Selain itu untuk mendukung dan menjalin silaturrahmi sesama penyandang disabilitas,” kata Alhudri.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri.

Pemerintah Aceh kata Alhudri berkomitmen memberdayakan dan memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas. Wujud komitmen tersebut diantarannya dengan rutin menyerahkan dan melakukan pemasangan kaki dan tangan palsu serta kursi roda adaptif untuk menunjang aktivitas penyandang disabiltas yang berjumlah 1,2 persen dari 5 juta lebih penduduk di Aceh.

“Untuk Tahun 2018, dari Rp 178 miliar pagu anggaran di Dinas Sosial Aceh terdapat Rp 5 miliar untuk penyandang disabilitas. Diantaranya untuk pemberdayaan dan kesejahteraan penyandang disabilitas,” katanya.

Anak Penyandang Disabilitas saat mengikuti lomba.

Sementara itu pembagian sovenir di Kota Lhoksumawe bertujuan meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas dan meningkatkan kesadaran akan kesulitan yang mereka hadapi. “ Sovenir yang dibagikan merupakan hasil karya puluhan siswa Disabilitas yang dibuat selama enam bulan lalu,” kata Kepala Sekolah SLB Cinta Mandiri, Rahmawati kepada AJNN.

Terlahir dengan keterbatasan kata Rahma, tidak membuat sekitar 80 siswa di sekolah minder. Mereka kata Rahma justru pernah meraih juara I dalam perlombaan menyanyi ditingkat nasional dan provinsi.

"Siswa bernama T Fariz (12) pernah mendapatkan juara III katagoro membaca dongeng tahun 2018 di tingkat Provinsi. Kami berharap, anak-anak ini bisa tumbuh sehat, cerdas dan mandiri, sehingga tidak bergantung pada orang saat beraktivitas," harap Rahma.

Komentar

Loading...