Unduh Aplikasi

Mendagri Tunjuk Plt Gubernur Aceh, Wagub: Saya Belum Terima Suratnya

Mendagri Tunjuk Plt Gubernur Aceh, Wagub: Saya Belum Terima Suratnya
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah

BANDA ACEH - Pasca penetapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebagai tersangka suap ijon proyek yang dibiayai dana otonomi khusus (otsus) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menunjuk Wakil Gubernur Nova Iriansyah sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku belum menerima surat tersebut dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Walaupun memang Mendagri Tjahjo Kumolo sudah menyampaikan ke media bahwa akan menunjukkan Plt Gubernur Aceh itu kepada Wakil Gubernur.

Baca: Gubernur Aceh Jadi Tersangka, Mendagri Tunjuk Wagub Jadi Plt

"Sampai hari ini, saya dengar proses administrasi tentang Plt masih ditangan Mendagri, saya belum terima suratnya," kata Nova Iriansyah kepada wartawan, Kamis (5/7).

Nova mengatakan mengenai ketatanegaran tentu ketika seorang gubernur berhalangan sementara, sedang non aktif atau sedang dalam masa menjalani penahanan oleh karena status hukum itu sudah diatur dalam Undang-undang.

Selain menunjuk Nova Iriansyah sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Mendagri juga menunjuk Wakil Bupati Bener Meriah, Syarkawi sebagai Plt Bupati kabupaten setempat.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

"Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7).

Pemberian itu disebut terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada Provinsi Aceh tahun anggaran 2018. Menurut Basaria, Ahmadi berperan sebagai perantara.

Komentar

Loading...