Unduh Aplikasi

INTERMESO

Membaca Situasi

Membaca Situasi
ilustrasi: Kikkerland Design Inc


BANG Awee hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat membaca berita tentang warga Aceh Jaya yang terpaksa membawa pulang jasad kerabatnya, dari rumah sakit, dengan becak motor. Si sopir akhirnya dipecat oleh Bupati Aceh Jaya T Irfan TB.

“Inilah yang sering terjadi di negeri ini. Orang-orang yang bertanggung jawab sering kali tak ada di tempat saat dibutuhkan,” kata Bang Awee.

Di kantor-kantor pemerintahan, dari tingkat desa hingga provinsi, misalnya, banyak petugas yang tak masuk ke kantor di saat jam kerja berlangsung.

Ada yang duduk di warung kopi, atau sibuk dengan urusan lain. Urusan yang tak terkait dengan pekerjaannya sebagai abdi negara.

Fenomena sidak usai lebaran atau cuti bersama, kata Bang Awee, adalah bukti bagaimana abdi negara sering kali melanggar kedisiplinan.

Kondisi ini berlangsung selama bertahun-tahun. Bertahun-tahun pula hal ini jadi objek kampanye para politikus. Biasanya, calon kepala daerah berjanji akan mendisiplinkan para pegawai jika menjabat.

“Ini semua buah dari pendidikan yang salah kaprah bang. Di luar negeri, orang tua lebih malu jika anak mereka tak bisa mengantre ketimbang tak tahu matematika,” kata Bang Rambo.

Tidak juga, kata Bang Awee. Orang bisa berubah. “Di Singapura, orang Aceh dan orang Indonesia lainnya bisa disiplin. Tidak menyeberang sembarangan. Tidak buang sampah sembarangan. Tidak merokok di ruangan. Semua patuh dengan aturan.”

Masalahnya adalah ketidakpatuhan terhadap hukum. Dan ini diajarkan oleh para pemimpin. Semua dirancang untuk melayani negara dan pemimpin memastikan seluruh anak buahnya bekerja sesuai dengan undang-undang. Pemimpin harus mampu membaca situasi. Dia harus bisa merancang kebijakan yang sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyatnya.

“Kalau ada pejabat bermasalah yang tetap dipercaya dan diberikan jabatan penting, bagaimana bang?” tanya Bang Rambo kepada Bang Awee.

“Nah, itu tadi. Seharusnya itu tidak terjadi. Tindakan itu tidak hanya mengganggu roda organisasi. Ini juga akan merusak kepercayaan publik kepada si pemimpin. Dan mengajarkan orang lain untuk mengabaikan hukum,” kata Bang Awee.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...