Unduh Aplikasi

Membaca Gerak Aceh Lewat Sosok Pangdam Baru

Membaca Gerak Aceh Lewat Sosok Pangdam Baru
Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko. Foto: Net

BANDA ACEH - Pucuk kepemimpinan di Komando Daerah Militer Iskandar Muda berganti. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menunjuk Mayjen Teguh Arief Indratmoko menggantikan Mayjen TNI T Abdul Hafil Fuddin. Pergantian ini lantas memantik api spekulasi di publik.

Pasalnya sangat sederhana: masa tugas. Pergantian ini terjadi setelah pertemuan pemuka Gerakan Aceh Merdeka di Hotel The Pade, di Banda Aceh, Sabtu pekan lalu. Pertemuan seperti ini terbilang langka di Tanah Air.

Waktunya juga tak lama berselang dari penangkapan Gubernur Irwandi Yusuf oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini menyebabkan memunculkan aksi demo beberapa kali, sebagian besar menuntut Irwandi dibebaskan.

Hafil adalah putra Aceh. Dia hanya lima bulan bertugas sebagai Pangdam. “Ini masa kerja paling singkat dari 23 Pangdam Iskandar Muda yang pernah ada,” kata Risman A Racham, aktivis kerap mempromosikan resolusi konflik melalui pendekatan transformasi gerakan, dari perjuangan tempur untuk meraih kemerdekaan ke perjuangan politik untuk memajukan Aceh, semasa konflik Aceh lalu.

Risman, yang kini mengelola media yang berbasis jurnalisme ProJour, menyebut sangat penting untuk mencermati dinamika politik dan keamanan Aceh akhir-akhir ini, khususnya setelah OTT KPK dan “musim pilpres” yang tensinya makin hangat.

"Kita semua harus peka dengan dinamika politik dan keamanan Aceh akhir-akhir ini sehingga dapat menentukan langkah yang tepat dengan perubahan politik dan keamanan yang sedang terjadi untuk terus bisa merawat perdamaian,” kata Risman. “Penting untuk ‘membaca’” sosok pangdam baru.”

Teguh adalah sosok kaya pengalaman di Aceh. Dia pernah memimpin Batalyon Infanteri 122/Tombak Sakti tahun 2003-2004. Saat itu dia masih berpangkat letnan kolonel.Batalyon ini adalah salah satu Batalyon infanteri di bawah komando Brigade Infanteri 7/Rimba Raya sejak 12 April 2007, bersamaan dengan diaktifkannya kembali Brigif 7/RR. Sebelumnya Yonif/SMB berada di bawah komando Korem 022/Pantai Timur. Batalyon ini dibentuk pada 5 November 1964.

Dalam rekam jejak media ini diketahui Teguh pernah melaksanakan operasi Imbangan di perbatasan Aceh-Sumut pada 2003-2004. “Dari semua operasi, hanya pada masa Teguh yang dinilai lebih berhasil dari sudut kinerja militer," kata Aryos Nivada, pengamat politik dan keamanan Aceh.

Berdasarkan rekam jejak yang ada Yonif 122/TS melakukan operasi militer di Aceh sejak 1991. Lalu dilanjutkan pada 1992, 1995 - 1998 dan tahun 2000-2001 serta juga tahun 2005.

"Jika tidak salah, selain operasi keamanan, di Aceh Yonif 122/TS juga melakukan Operasi Kemanusiaan (pasca-tsunami) di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2004," kata Aryos lagi mengingat rekam jejak Yonif 122/TS terkait Aceh.

Itu artinya, kata Aryos, Pangdam IM sekarang sangat mengenal Aceh, baik dari sisi kerasnya maupun dari sisi lembutnya orang Aceh. Pengalaman yang kaya dari sosok Pangdam IM ini perlu dipelajari sehingga kita memiliki peta perkembangan dan arah Aceh ke depan dari sisi politik dan keamanan.

“Kami berharap Pangdam IM yang baru dapat bekerja lebih maksimal lagi membangun kebersamaan dengan rakyat sehingga pertahanan di Aceh makin kuat dalam mengantisipasi gangguan pertahanan,” kata Aryos.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...