Unduh Aplikasi

Masyarakat Simeulue di Jakarta Desak MA dan Mendagri Keluarkan Fatwa Pemakzulan Bupati

Masyarakat Simeulue di Jakarta Desak MA dan Mendagri Keluarkan Fatwa Pemakzulan Bupati
Himpunan Masyarakat Simeulue (HIMAS) DI Jakarta dan Aliansi Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Bogor, Jakarta, Rabu (14/8). Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Himpunan Masyarakat Simeulue (HIMAS) DI Jakarta dan Aliansi Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Bogor, Jakarta, Rabu (14/8).

Dalam aksi yang diikuti oleh sejumlah warga tersebut, pihaknya mendesak supaya Mahkamah Agung (MA) dan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) supaya mengeluarkan fatwa untuk Pemakzulan Bupati Simeulue, yang diduga terlibat dalam video mesra bersama seorang wanita yang viral dikalangan masyarakat.

Koordinator Aksi, Dafran alias Ucok mengatakan, Aceh yang dikenal Serambi Mekkah dengan Syariat Islam yang mengatur tata kehidupan masyarakat bernuansa sangat Islami bukanlah isapan jempol semata. Penerapan hukum syariat Islam yang selama ini telah ditetapkan dalam kehidupan rakyat Aceh membuat rakyat Aceh betul-betul menjalankan tata kehidupan bernuansa Islami dan akhlakulkarimah.

“Sering kita menyaksikan penerapan hukum cambuk dilaksanakan dihadapan masyarakat secara terbuka dan adil tidak memandang apakah itu rakyat kecil ataupun pejabat yang terkena sanksi hukum tersebut dilakukan sama kepada siapapun yang beragama islam tentunya,” kata Ucok kepada AJNN.

Sambungnya, akan tetapi kali ini masyarakat Simeulue merasa dikagetkan dengan beredarnya video perbuatan yang mengarah pada asusila amoral yang diduga dilakukan oleh oknum bupati, yakni Bupati Simeulue Erly Hasyim. Lebih terkejut lagi tatkala pejabat nomor satu di Simeulue itu mengakaui kalau itu video dirinya.

“Dia mengakui kalau itu video miliknya, dengan mengatakan kalau itu istrinya. Sementara masyarakat dengan kasat mata tahu dan yakin betul kalau wanita yang ada di dalam video tersebut bukanlah istrinya,” ungkapnya.

Baca: Terkait Video Viral Diduga Bupati Simeulue, Himas akan Gelar Aksi di Jakarta

Tambahnya, beberapa tokoh masyarakat mencoba mencari tahu secara lebih dalam dan bertanya kepad pihak terkait, hasilnya jelas dan pasti bahwa wanita yang berada dalam video bersama Erly hasyim tersebut bukanlah istri sah yang selama ini mendampingi bupati tersebut.

“Kami (GEMPAR) bagian kecil dari masyarakat Simeulue yang terpanggil dan merasa malu serta terhina dengan kelakuan pimpinan kami yang selama ini dikenal agamais, seorang berlatar belakang pendidikan agama, sering dipanggil khutbah, jadi imam dalam setiap salat berjamaah dan Mantan Ketua Muhammadiya Kabupaten Simeulue. Serta Ketua Partai Bulan Bintang Aceh dan berbagai organisasi islam lainnya sudah beliau jabat, lengkap sekali simbol agamais yang disandang beliau,” jelas Ucok.

Ucok juga menyatakan, dengan susah payah dan segala keterbatasan serta kekurangan, pihaknya meninggalkan kampung halaman mendatangi ibu kota untuk membuka mata dan hati nurani para pemimpin bangsa ini. Apalagi Kabupaten Simeulue pulau kecil paling barat nusantara, dengan penduduknya sebagian besar taraf kehidupan miskin.

“Dalam hal ini kami mendesak kepada Dinas Syariat Islam baik di Kabupaten Simeulue maupun di Provinsi Aceh segeralah mengambil sikap tegas untuk menerapkan hukum sesuai dengan syariah islam pada Erly Hasyim," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada aparat penegak hukum baik tingkat kabupaten, Provinsi Aceh ataupun tingkat pusat agar segera mengambil langkah-langkah hukum agar tidak terjadi keresahan yang berkelanjutan dan konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat Simeulue karena mengingat masyarakat memiliki fanatisme kedaerahan yang sangat keras.

"Kami juga mendesak, dan memohon kepada Mahkamah Agung secepatnya mengeluarkan fatwa untuk memakzulkan Bupati Simeulu Erly Hasyim sebagai mana sesuai dengan hasil putusan Rapat Paripurna anggota DPRK Simeulue yang telah diberikan kepada Majelis yang Mulia di MA pekan lalu," katanya.

Kepada Kemendagri, mereka meminta agar menurunkan tim ke Kabupaten Simeulue untuk mendalami kasus ini dan segeralah mengambil keputusan untuk memberhentikan Erly Hasyim dari jabatannya.

"Kami meminta kepada Presiden Joko Widodo agar bertindak tegas terhadap aparatur di bawahnya yakni Bupati Simeulue yang menurut sebagian besar rakyat Simeulue diduga kuat telah berbuat amoral dan asusila,” pungkasnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...