Unduh Aplikasi

Masalah Teknis, Tiga Pesawat Tempur Prancis Masih Berada di Lanud SIM

Masalah Teknis, Tiga Pesawat Tempur Prancis Masih Berada di Lanud SIM
Personil TNI AU sedang mengawasi Pesawat Tempur Prancis yang mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda. Foto: Ist

BANDA ACEH - Sebanyak tujuh pesawat tempur angkatan Laut Prancis jenis Rafale mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (18/5).

Pendaratan darurat itu dilakukan pada pukul 11.45 WIB, dikarenakan cuaca buruk di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100 Nm barat Sumatera.

Setelah dilakukan pemeriksaan, saat ini empat dari tujuh pesawat tempur tersebut sudah diizinkan kembali ke kapal induk sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Sementara tiga pesawat lainnya masih berada di Lanud SIM karena masalah teknis.

Danlanud SIM Kolonel Pnb Hendro Arief mengatakan, dari tiga pesawat yang masih berada di Lanud SIM, satu diantaranya mengalami kendala teknis. Namun, karena secara prosedur dalam satu penerbangan itu tiga pesawat, maka saat ini ke tiga pesawat tersebut masih berada pangkalan Lanud SIM.

"Karena prosedur mereka dalam satu fligt itu 3 pesawat, satu pesawat mengalami masalah teknis sehingga belum bisa kembali," kata Kolonel Pnb Hendro Arief saat menggelar jumpa pers di Lanud SIM, Sabtu malam (18/5).

Kolonel Pnb Hendro menyampaikan, besok direncanakan pihak kapal induk Prancis akan mengirimkan technical support untuk melakukan perbaikan pesawat, setelah itu mereka akan kembali ke kapal induk.

"Tiga pesawat akan kembali besok setelah dilakukan pemeriksaan, karena ada pesawat yang mengalami technical mesin, dan setelah urusan administrasi mereka terpenuhi akan kembali ke kapal induk," ujarnya.

Hendro menerangkan, berdasarkan pantauan radar, pihaknya sudah memantau pergerakan pesawat itu, awalnya mereka tidak memasuki wilayah teritorial Indonesia. Tetapi karena keadaan  emergency, akhirnya mereka masuk ke wilayah Indonesia, maka dari itu harus menerima pesawat tersebut.

"Secara aturan keselamatan pernerbangan internasional, kalau sudah emergency kita harus menerima," tuturnya.

"Setelah masuk, kita lihat kembali dokumen-dokumen yang mereka bawa, dan kita minta dilengkapi dulu administrasinya, sehingga baru mereka bisa kembali," pungkas Hendro.

Sebelumnya disampaikan Hendro, dari pemeriksaan, pesawat itu diketahui sedang melaksanakan exercise air to air dengan rute ship (Charles De Gaule) – area–ship.  Kemudian, dari hasil pemeriksaan fisik, para crew tersebut juga tidak membawa senjata perorangan.

Hanya saja, di salah satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kedali dummy jenis MICA (Missile Interception Combat Arien).

Saat diperiksa, kata Hendro, para crew pesawat tempur tersebut dinilai juga  kooperatif selama pemeriksaan berlangsung, sehingga prosesnya pun berjalan lancar.

“Lakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai SOP yang berlaku dengan tetap koordinasi dan bekerja sama pihak terkait,” pungkasnya.

Komentar

Loading...