Unduh Aplikasi

Mantan-mantan Jubir GAM Bertemu SBY

Mantan-mantan Jubir GAM Bertemu SBY
SBY sedang berbincang dengan mantan Panglima GAM wilayah Linge, Fauzan Azima. Foto: Ist

BANDA ACEH - Mantan Panglima dan Juru Bicara GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima bersama mantan Juru bicara GAM Wilayah Pasee, Teungku Jamaica dan mantan Juru Bicara GAM Wilayah Lhok Tapaktuan, Teungku Kartiwi Daud, menggelar pertemuan dengan mantan Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY, Minggu (27/1) di Banda Aceh.

Dalam pertemuan itu, para mantan kombatan itu menyampaikan beberapa permasalahan di Aceh, terutama yang berkaitan dengan masalah ekonomi dan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) mantan kombatan.

"Terima kasih kepada Bapak SBY yang menginisiasi dan menyelesaikan konflik, sehingga terjadi perdamaian di Aceh. Ini adalah sejarah besar bagi bagi Aceh dan Jakarta," kata Fauzan Azima kepada SBY, yang didampingi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Fauzan Azima juga menyampaikan terima kasih kepada SBY telah mengobati kerinduan mereka setelah pertemuan pertama tahun 2006 lalu. Pasalnya, sudah 13 tahun berlalu, baru sekarang bisa bertemu kembali dalam suasana berbeda.

"Dulu bapak Presiden, meski sekarang bapak tidak Presiden lagi, tetapi kerinduan dan hormat kami baik pribadi maupun mantan kombatan yang bergabung Komite Peralihan Aceh (KPA) tidak berubah kepada bapak," kata Fauzan.

Menurutnya atas upaya Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama komponen masyarakat lainnya sehingga lahir Undang-undang Pemerintahan Aceh yang merupakan amanat dari MoU Helsinky.

Setelah 14 tahun perdamaian Aceh, kata Fauzan, dari tahun ke tahun yang menjadi persoalan Aceh, khususnya mantan kombatan adalah terputusnya pemberdayaan ekonomi sehingga jauh dari kesejahteraan. Hal tersebut karena tidak ada kesinambungan pembinaan SDM kepada mantan kombatan yang terintegrasi dari pemerintahan.

"Besar harapan kami kepada bapak SBY yang telah melahirkan perdamaian di Aceh membantu kami, apalagi Bapak Plt Gubernur Aceh berasal dari Partai Demokrat yang bapak pimpin," kata Fauzan Azima yang didampingi Teungku Jamaica dan Teungku Kartiwi Daud.

Bahwa, riak-riak kecil yang berpotensi merusak perdamaian Aceh, lanjut Fauzan Azima, adalah karena faktor ekonomi sehingga pemeritah harus fokus dalam masalah ini.

Sementara itu, SBY dalam pertemuan singkat itu mengucapkan terima kasih telah memberikan masukan-masukan terkait kesejahteraan terhadap mantan kombatan GAM.

"Saya berharap saudara sampaikan bahan-bahan tertulis langsung kepada saya dan kemudian akan saya teruskan kepada Plt Gubernur Aceh untuk dibahas," kata SBY yang sejak 24 Januari 2019 melakukan road show di Aceh.

Komentar

Loading...