Unduh Aplikasi

Mantan Bupati Simeulue sorot sistim pengelolaan kebun kelapa sawit PDKS.

SIMEULUE - Mantan Bupati Simeulue, Drs Darmili menilai manajemen pengelolaan dan penetapan Badan Pengawas kebun kelapa sawit PDKS sangat aneh.

Tidak hanya dengan pembentukan dan penetapan Badan Pengawas, juga dengan rencana pembentukan pengurus Direksi kebun kelapa sawit Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue  ((PDKS) yang telah diswatanisasi dan sedang dikelola pihak ketiga, yakni PT Kasama Ganda.

Hal itu dijelaskan Mantan Bupati Simeulue, Drs Darmili, yang masih berada di luar daerah ketika dihubungi AJNN.Net. Selasa (18/2)

"Sangat aneh. Kebun PDKS kan sudah diserahkan pengolahannya kepada PT Kasama Ganda, kok masih ada pembentukan dewan pengawas dan pembentukan Direksi," Kata Darmili.

Darmili juga mempertanyakan terjadinya peran ganda, yakni dua sistim pengolahan kebun kelapa sawit PDKS, di satu pihak telah di kelola swasta di lain pihak dikelola Pemerintah Kabupaten Simeulue.

"Saya jadi bingung, kok terjadi dua sistim manajemen. Pengolahan kebun PDKS Tapi entalah, mereka sudah pandai-pandai semua," imbuh Darmili.

Sebelumnya, kebun kelapa sawit di dua lokasi pegunungan Kecamatan Teluk Dalam dan Kecamatan Teupah Selatan seluas hampir 5000 hektar telah dibekukan operasionalnya pada akhir tahun 2012 lalu.

Dan kebun plat merah tersebut kembali beroperasi sejak tahun 2003 lalu pada masa Pemerintahan mantan Bupati Drs Darmili telah menelan anggaran Rp 227 miliar. Dan belum memiliki izin areal dari Depertemen Kehutanan RI yang saat ini diswastanisasi dan dikelolah PT Kasama Ganda.

|AHMADI

Komentar

Loading...