Unduh Aplikasi

Malam Ini, Bulan Purnama Terbesar dan Istimewa Terlihat di Langit Aceh

Malam Ini, Bulan Purnama Terbesar dan Istimewa Terlihat di Langit Aceh
Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Fenomenan bulan purnama merupakan momen yang sangat menarik untuk diamati, selain cahaya bulan yang indah menerangi malam, permukaan bulan pun terlihat cantik dengan penampakan permukaan yang sempurna.

Sekretaris Jurusan Astronomi Islam, Fakultas Syariah, IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail kepada AJNN mengatakan, Purnama Jumadil Akhir 1440 H yang bertepatan dengan tanggal 19 Pebruari 2019 M (hari ini) sangatlah istimewa dari pada purnama-purnama biasanya, hal tersebut dikarenakan posisi bulan saat malam purnama berada pada titik yang sangat dekat dengan bumi.

"Hanya 363.300 km dan ini posisi terdekat bulan dengan bumi di tahun 2019. Bulan berada pada posisi terdekat pada pukul 16.02 WIB hari ini, dengan puncak purnama terjadi pada pukul 22.53 WIB," kata Ismail kepada AJNN, Selasa (19/2).

Bila langit cerah, sambungnya, permukaan bulan pada tanggal hari ini akan terlihat lebih besar sekitar 14 perse dari purnama biasanya dan akan terasa 30 persen lebih terang dari purnama biasanya. Ukuran besar dan terang akan sangat terasa bagi yang sering mengamati bulan, karena ada perbandingan dalam setiap pengamatan bulan purnama sebelumnya.

"Saat yang terindah dan paling tepat untuk mengamati dan menikmati keindahan bulan purnama ini adalah saat bulan terbit di ufuk timur, saat ini bulan akan terlihat besar dan sangat indah untuk diabadikan, peristiwa ini bisa dilihat dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia," ungkapnya.

Untuk wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, bulan akat terbit di ufuk timur pada pukul 18.40 WIB dengan azimut 75 derajat 21 menit dari titik Utara. Sebagaimana biasanya, lanjutnya lagi, disetiap bulan purnama pasti pasang air laut lebih tinggi dari hari-hari biasanya dan saat purnama 19 Pebruari 2019 ini akan lebih tinggi pasang air laut dari bulan-bulan purnama biasanya. Bila cuaca mendukung.

Sebagai satelit bumi, bulan selalu mengintari bumi dengan bentuk orbit yang lonjong (elip) dengan waktu tempuh dalam satu kali orbit (sinodis) 29 hari 12 jam 44 menit 43 detik.

Bentuk orbit bulan yang lonjong mengakibatkan dalam perjalanan nya ada saat dimana posisi bulan terjauh dengan bumi (apoge) dengan jarak 405.969 km dan saat terdekat dengan bumi (perige) dengan jarak 363.104 km dan jarak rata-rata bumi ke bulan adalah 384.400 km.

"Saat bulan terdekat dengan bumi yang bersamaan dengan bulan purna disebut dengan istilah Supermoon. Kami dari Jurusan Astronomi Islam (Ilmu Falak) Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe akan mengamati di perkarangan Observatorium Malikussaleh gedung Leb Senter IAIN Lhokseumawe dengan menggunakan teleskop mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 20.00 WIN. Acara ini terbuka untuk umum," imbuh Ismail.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...