Hasanudin
Unduh Aplikasi

Mahasiswa Alam Kutuk Pembunuhan Gajah di Aceh Timur

Mahasiswa Alam Kutuk Pembunuhan Gajah di Aceh Timur
Gajah yang dibunuh di Aceh Timur. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Kelompok Mahasiswa Alam yang tergabung dalam Komunitas JIPALA IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, mengutuk keras pelaku pembunuhan gajah jinak di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) Serba Jadi, di Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur.

Ketua Umum JIPALA IAIN LhokseumaKetua Umum JIPALA IAIN Lhokseumawe, Samsul Rizal mengatakan, gajah jinak bernama Bunta dibunuh dengan cara diracun menggunakan makanan. Pelaku kemudian mengambil gading nya secara keji dan biadab. Petugas CRU baru mengetahui sekitar pukul 08.00 WIB, Mahout atau perawat gajah hendak memindahkan Bunta yang berada di hutan wilayah CRU.

“Namun, saat didatangi ternyata Bunta sudah tidak bernyawa dan satu gadingnya hilang. Mahout segera melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat,” katanya kepada AJNN, Senin (11/6).

Baca: Seekor Gajah Ditemukan Mati Tanpa Gading di Aceh Timur

Seperti diketahui, Bunta adalah salah satu gajah jinak dewasa yang sudah berumur 27 tahun. Bunta bersama tiga gajah patroli lainnya di tempatkan sejak Januari 2016. Tujuannya, membantu mengatasi konflik gajah liar dengan masyarakat di daerah tersebut. Bunta dikenal sebagai gajah yang bringas dan sering menjadi andalan CRU dalam mengatasi konflik. Selain bertubuh besar dan bergading panjang, gajah ini hanya bisa dikendalikan oleh Mahout yang berpengalaman.

“Kami mengimbau kepada semua elemen masyarakat dan semua pihak untuk turut membantu mengabarkan segala jenis informasi terkait pembunuhan gajah ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya juga sepenuhnya mengharapkan kepolisian untuk menuntaskan kasus ini secara nyata sampai kepada akar-akarnya. Bukan hanya pelaku, tetapi sampai kepada kemana gading itu dijual. Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) setiap tahun semakin berkurang akibat perburuan gading yang semakin parah.

“Yang paling dekat adalah kasus pembunuhan dua individu gajah sumatera dan perburuan gajah jantan di HGU PT. Dwi Kencana Semesta pada 2017. Hingga saat ini, tidak terdengar sejauh mana penanganannya,” ujarnya.

Adi Maros

Komentar

Loading...