Topik

JURNALIS WARGA ACEH BARAT

M Yusuf, Disabilitas Pencari Kerang Yang Butuh Perhatian

·
M Yusuf, Disabilitas Pencari Kerang Yang Butuh Perhatian
M Yusuf Penyandang Disabilitas

ACEH BARAT - Meski dengan kondisi matanya yang tidak dapat melihat, lantas tidak membuat M. Yusuf, (47) warga Gampong Pribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat berputus asa.

Dengan kondisinya yang terbatas, namun ia mampu menjalankan pekerjaan sebagai pencari kerang di sungai.

Padahal pekerjaan ini bagi orang normal saja tergolong sulit karena harus mampu menahan nafas di dalam air saat menyalam hingga ke dasar sungai, apalagi dengan waktu yang lama mengumpulkan kerang-kerang yang bersembunyi di balik tanah.

Meski pekerjaan yang ditekuninya itu tidak memberikan penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarnyanya namun ia tidak mengeluh.

“Saya terpaksa bekerja mencari kerang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, agar anak-anak saya yang berjumlah empat orang bisa terus makan meski tidak mewah,”kata M Yusuf.

Dengan pekerjaan itu, pendapatan yang dimilikinya tidak sesuai dengan tenaga yang ia kuras. Setiap hari dengan menyelam kerang Yusuf hanya mendapat penghasilan rata-rata 30 ribu rupiah, setiap kali mencari kerang.

“Kebutuhan kami 60 ribu per hari, untuk belanja dan memberikan jajan anak. Tapi yang saya dapat hanya 30 ribu rupiah, terkadang saya berutang untuk memenuhinya,” keluh Yusuf, ketika JW Pribu menjumpai dirumahnya.

Kurangnya pendapatan yang ia peroleh, karena harus mengeluarkan biaya sewa sampan untuk mencari lokan.

M Yusuf mengaku, dirinya dulu hidup normal namun sejak beberapa bulan pasca Gempa dan Tsunami melanda Aceh 26 desember 2004 matanya mulai mengalami rabun, dan akhirnya buta.

Saat tsunami dia terbawa air, namun dia tak ingat ada benturan benda keras yang mengena bagian matanya, atau air bah itu yang masuk ke dalam matanya sehingga membuat dia buta.

Sejak ia tidak lagi dapat melihat, dirinya sudah pernah beberapa kali berobat ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Meulaboh. Tapi sayangnya dokter memvonis matanya telah rusak secara permanen dan tidak dapat disembuhkan lagi. Yusuf hanya bisa pasrah dan menerima atas apa yang menimpanya tersebut.

“Saya sudah pernah beberapa kali berobat kerumah sakit tapi kata dokter tidak bisa disembuhkan lagi. Dokter juga tidak tahu penyebab mata saya mengalami seperti ini,”ungkap Yusuf.

Dengan kondisinya yang terbatas itu, sebenarnya dirinya sangat ingin berhenti menjadi pencari kerang, dan menjadi pedagang kelontong, namun sayangnya ketiadaan modal usaha sehingga dia tidak bisa melaksanakan keinginannya.

Kini Yusuf hanya berharap adanya modal usaha bagi dirinya dari Pemerintah Gampong, melalui dana gampong sehingga ia tidak lagi menantang maut dengan kondisinya saat ini yang bekerja sebagai pencari kerang, dalam menafkahi anaknya tersebut.

Nurwati |Jurnalis Warga Seuneubok Teungoh

Komentar

Loading...