Unduh Aplikasi

Liburan Tiba, Liburan Aman

Liburan Tiba, Liburan Aman
Ilustrasi: gallery sepedaku

MUSIM liburan tiba. Gabungan hari libur nasional dan cuti bersama, seperti biasa, dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur di luar. Meski tak seheboh mudik Idul Fitri, tetap saja liburan panjang ini menjadi waktu yang paling dinanti-nantikan banyak keluarga.

Liburan panjang juga berarti keuntungan bagi penyedia jasa hotel dan transportasi. Di Ulee Lheue, Banda Aceh, misalnya, kendaraan yang menunggu antrean naik kapal ke Sabang, mengular. Terminal Batoh, Banda Aceh, juga kebanjiran calon penumpang yang akan meninggalkan Banda Aceh.

Harga tiket pesawat juga naik. Hampir tak ada pesawat murah untuk rute domestik, terutama ke Medan dan Jakarta. Meski memang pemerintah tak lagi menetapkan tarif bawah untuk angkutan penerbangan, harga yang ditawarkan maskapai untuk mengantarkan warga keluar dari Aceh tetap saja cukup dalam merogoh saku.

Meski tak seramai Idul Fitri, pemerintah harus memastikan setiap moda transportasi memastikan keselamatan penumpangnya, sesuai dengan sistem manajemen keselamatan yang berlaku di masing-masing moda transportasi. Pemerintah harus meningkatkan keselamatan dan melindungi seluruh pihak. Tidak hanya penumpang, namun juga sopir, kapten kapal atau pilot, awak angkutan, dan pengusaha.

Di darat, misalnya, pemerintah harus tetap memastikan seluruh sopir yang akan mengantarkan penumpang benar-benar dalam kondisi fisik yang sehat. Kendaraan yang mereka gunakan juga harus layak jalan. Pemerintah harus mengingatkan agar para sopir, terutama angkutan minibus, untuk tidak memaksakan diri dan kendaraannya demi menangguk untung.

Pemerintah juga harus memastikan seluruh kapal yang akan berlayar benar-benar layak. Baik dari sisi daya tampung, cuaca ataupun kondisi kapal. Memaksakan pelayaran, atas desakan penumpang atau pesanan “orang-orang” penting agar pemerintah terlihat mampu menampung seluruh jumlah penumpang akan menimbulkan petaka. Apalagi, saat ini, cuaca sering berubah buruk dan menyebabkan gelombang laut tinggi.

Satu lagi yang tak boleh dilupakan adalah para pengemudi kendaraan pribadi. Bagi mereka baru pertama kali melintasi jalan di Aceh, aspal mulus di depan mata tentu memancing niat untuk membenam pedal gas dalam-dalam. Jelas ini adalah hal berisiko. Apalagi, jumlah Jalan Lintas Timur Aceh-Medan cukup meningkat. Kecerobohan sedikit bisa berakibat fatal.

Tentu saja keselamatan ini juga membutuhkan kesadaran para pengguna. Karena itu, jangan terlalu memaksakan perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan. Bersabar sedikit, menunggu antrean, mungkin lebih baik ketimbang menyesal. Mudah-mudahan liburan di akhir tahun membawa keceriaan yang akan berguna untuk memulai hari baik di 2019.

Komentar

Loading...