Unduh Aplikasi

Legal atawa Ilegal

Legal atawa Ilegal
ilustrasi

BEKERJA di Malaysia, bagi orang Aceh, masih jadi pilihan “masuk akal” ketimbang bekerja di luar daerah. Selain penghasilan yang terbilang lumayan bagi ukuran kehidupan di Aceh, jarak yang ditempuh dan jejak panjang sejarah kedekatan Aceh dan Malaysia juga menjadi pertimbangan. 

Peran para pekerja ini juga tak bisa dianggap remeh. Para pekerja ini memiliki jasa cukup besar bagi pembangunan dan dalam menggerakkan perekonomian negara jiran itu.

Kebutuhan besar di negeri jiran dan terbatasnya pilihan kerja yang layak di negeri sendiri adalah masalah. Hal ini mendorong banyaknya warga Aceh masuk ke Malaysia lewat jalan ilegal. Bahkan banyak dari mereka yang rela menyabung nyawa; mengabaikan keselamatan diri, demi impian bekerja dan mendapatkan penghasilan layak.

Kondisi inilah yang menimpa Muzakir. Pria berusia 30 tahun ini tewas saat menghindari kejaran polisi Malaysia saat hendak masuk ke negeri tersebut. Warga Dusun Blang Rimeh, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, ini masuk ke negara tersebut melalui jalur laut menggunakan kapal mesin.

Jalur ilegal menawarkan banyak kemudahan. jalur ini mempermudah proses mereka tiba dan mendapatkan pekerjaan di Malaysia. Sebaliknya, jika menggunakan jalur resmi, biaya yang dikeluarkan lebih mahal. Waktu yang dibutuhkan untuk memproses dokumen lebih lama.

Di tengah kondisi ekonomi yang terjepit, tawaran untuk bekerja secara ilegal tentu pantas dipertimbangkan tanpa memperhitungkan risiko hukuman jika tertangkap atau bahkan ancaman kehilangan nyawa. Apalagi, tak banyak informasi yang diterima calon tenaga kerja ilegal ini saat memutuskan berangkat atau tidak ke luar negeri.

Karena itu, perlu ada terobosan dari pemerintah. Dinas Tenaga Kerja, selaku penanggung jawab, dan para pihak yang terkait dengan pendistribusian para pekerja, terutama pemerintah pusat, perlu membangun komitmen bersama agar urusan ketenagakerjaan ini dapat benar-benar melindungi para warga negara.

Apapun jalur yang mereka lalui untuk bekerja, tetap saja mereka adalah warga negara; individu yang berhak mendapatkan perlindungan. Ini bukan sekadar urusan legal atau ilegal.

Komentar

Loading...