Unduh Aplikasi

KASUS PENYEBARAN VIDEO MA'RUF AMIN

Kuasa Hukum: Barang Bukti Telah Dirubah

Kuasa Hukum: Barang Bukti Telah Dirubah
Kuasa hukum

BANDA ACEH - Sidang perkara kasus penyebaran video Maruf Amin yang dilakukan tersangka Tgk Safwan bin Muhammad Dahlan akan digelar hari ini, Rabu (27/3) di Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Namun sebelum sidang berlangsung, Kuasa Hukum tersangka, Nourman Hidayat yang didampingi Kasibun Daulay SH dan Armia SH menyebutkan adanya dugaan penyalahgunaan barang bukti berupa akun Chanel Youtube yang digunakan untuk Menjerat tersangka.

"Barang bukti dimaksud adalah akun chanel Youtube bernama DS Youtube milik tersangka telah terjadi perubahan baik konten maupun jumlah video di dalamnya" kata Nourman Hidayat.

Baca: Edit Video Ma'aruf Amin Pakai Baju Santa Claus, Warga Aceh Utara Ditangkap

Menurut Nourman, barang bukti dalam kasus UU ITE terkait postingan tersangka merupakan barang bukti paling utama yang efektif dikuasai sepenuhnya oleh penyidik maupun penyidik pembantu di Polda Aceh sejak awal yang bersangkutan ditangkap dan ditahan pada tanggal 28 Desember 2018.

Menurutnya, penguasaan akun chanel Youtube tersebut terkonfirmasi pada saat tersangka diperiksa di Cyber Crime Polda Aceh. Baik nama akun maupun passwordnya dimiliki oleh penyidik.

"Kini kami menemukan ada minimal 5 postingan yang kami yakini tidak dilakukan oleh tersangka, meskipun terkesan tersangkalah pelaku manipulasi konten itu," kata Nourman.

Sementara itu, advokat Armia menyebut diduga penyalahgunaan barang bukti ini adalah serius dan membalikkan opini yang merugikan kliennya.

"Fatal! bukan hanya penyalahgunaan barang bukti, tapi sudah menjurus fitnah yang menyerang calon presiden 02 seolah dilakukan oleh klien kami" tegas Armia.

Menurut Armia, barang bukti harus utuh dan tidak boleh ada perubahan apapun dan dengan alasan apapun. Karena kuasa hukum juga berkepentingan terhadap keaslian barang bukti tersebut untuk pembuktian dan pembelaan terhadap kliennya.

Kasibun Daulay dalam keterangannya juga menegaskan bahwa kasus yang menimpa kliennya ini menjadi tidak relevan lagi karena barang bukti utama telah diubah sedemikian rupa.

"Untuk itu kami akan meminta agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini memanggil saksi verbalisan dari unit Cyber Crime Polda Aceh dan pihak lain yang diperlukan untuk itu," katanya.

Sebagaimana diketahui Safwan telah menyebarkan informasi Hoax terkait pernyataan ucapan natal maruf amin di akun chanel Youtube miliknya pada tanggal 25 desember 2018.

Tgk safwan didakwa dengan pasal 45 A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2)Undang-Undang RI no 19 tahun 2016 atas perubahan UU ITE pasal 51 ayat (1) jo pasal 35 UU ITE, dan pasal 14 ayat (1) UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana.

Terdakwa didampingi oleh advokat Armia, SH, MH, Nourman Hidayat, SH, Kasibun Daulay, SH, Muzakir, SH, Munawir, SH, dan Faisal Qasim, SH, MH.

Komentar

Loading...