Hasanudin
Unduh Aplikasi

Kronologi Pengungkapan 40 Kg Sabu oleh BNN Pusat di Aceh

Kronologi Pengungkapan 40 Kg Sabu oleh BNN Pusat di Aceh
Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Arman Depari (tengah) memperlihatkan barang bukti sabu. Foto: Asrul.

ACEH TAMIANG - ‎Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat menggagalkan beredarnya puluhan kilo gram narkotika jenis sabu di Aceh setelah menangkap empat tersangka pengedar dan mengamankan 40 Kg sabu di Aceh Timur, Rabu (10/1) kemarin.

Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari dalam jumpa pers di Kantor BNN Aceh Tamiang, Jum'at (12/1) mengatakan, kronologi pengungkapan 40 Kg sabu tersebut bermula dari informasi dari masyarakat bahwa akan adanya pengiriman sabu dari Pulau Penang, Malaysia ke Idi, Aceh Timur melaui jalur laut.

Berdasarkan informasi tersebut, kata Arman Depari, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan menemukan seorang tersangka ‎Ramli sedang mengenderai sepeda motor sambil mengangkut sebuah karung. Melihat target sudah di depan mata, lalu petugas mengikuti tersangka dan begitu sampai di rumahnya di Dusun Petua Me, Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur tersangka langsung di tangkap.

"Saat diperiksa barang bawaan dalam karung tersebut ditemukan 19 bungkus sabu," kata Arman Depari.

Baca : BNN Pusat Kembali Gagalkan Penyelundupan 40 Kg Sabu di Aceh

Usai menangkap tersangka Ramli, kata Arman, kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka kedua, yaitu Amri di rumahnya di Dusun Teungku Ci Ceungai Desa Bantayan, Kecamatan Nurusasalam. Amri adalah orang yang menyerahkan sabu kepada Ramli.

"Setelah menangkap Ramli dan Amri, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Junaidi yang waktu itu juga sedang berada di rumahnya di Dusun Pelita Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam. Junaidi ini berperan sebagai pengambil sabu di tengah laut bersama dengan Amri," ujarnya.

Dilakukan pengembangan lagi. Alhasil petugas menangkap tersangka Syaifinur yang berperan sebagai orang yang diperintahkan oleh Amri untuk memindahkan sabu yang diangkut oleh Junaidi dari spead boat untuk diserahkan kepada Ramli dengan cara meletakkan sabu di atas sepeda motor milik Ramli.

Saat dinterogasi petugas, tersangka Amri mengaku bahwa dirinya bersama Junaidi telah menjemput sabu sebanyak 40 bungkus di perairan Selat Malaka menggunakan spead boat.

"Setelah dijemput di tengah laut dari bandar Malaysia, kemudian sabu tersebut dibawa pulang melalui Kuala Bagok ke Desa Bantayan. Saat tiba di Kuala Bagok, Amri menyuruh Junaidi untuk menyimpan 10 bungkus sabu di dalam sebuah kapal yang sedang diperbaiki disekitar sungai Kuala Bagok," kata Arman Depari.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap kapal tersebut dan ditemukan sabu sebanyak 10 bungkus.

Tersangka Amri, kata Arman Depari, juga mengakui bahwa dirinya dan Syaifinur ‎telah menyerahkan 29 bungkus sabu kepada Ramli. Namun yang berhasil disita hanya 19 bungkus.

Mendapat keterangan tersangka Amri, kemudian petugas kembali menggali informasi terhadap tersangka Ramli. Setelah dinterogasi petugas, tersangka Ramli mengaku sisa sabu 10 bungkus lagi telah ditanam diperkarangan rumahnya Syaifinur di Desa Bagok Panah Puet. Namun saat digeledah petugas ditemukan 11 bungkus.

"Dari hasil penangkapan empat tersangka tersebut, petugas berhasil mengumpulkan 40 bungkus kemasan sabu dengan berat keseluruhannya 40 Kg," ujar Arman.

Akibat perbuatannya, empat tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Keempat tersangka akan dikenakan hukuman penjara minimal seumur hidup dan maksimal pidana mati.

Adi Maros
Gratis Bea Balik Nama Non BL - SAMSAT Aceh
Gayo Alas Mountain Int Fest 2018

Komentar

Loading...