Unduh Aplikasi

Kronologi Penetapan Mantan Keuchik Gampong Tunong dari Tersangka hingga DPO

Kronologi Penetapan Mantan Keuchik Gampong Tunong dari Tersangka hingga DPO
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, resmi menetapkan mantan Keuchik Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe berinisial MU (38), sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasus korupsi yang menjerat MU, berawal dari hasil investigasi Ispektorat terkait anggaran Dana Desa anggaran tahun 2017 yang mengakibatkan indikasi kerugian Negara mencapai Rp 243 juta.

“Jadi kronologis awal mula ditetapkan MU sebagai tersangka hingga terdakwa, berdasarkan informasi warga dan kemudian dilanjutkan investigasi oleh Inspektorat di tahun 2018, kalau sudah terjadi penyalahgunaan anggaran desa tahun 2017 di gampong tersebut,” kata Kajari Lhokseumawe, M Ali Akbar melalui Kasi Pidsus, Fery Ichsan.

Sambung Fery, hasil temuan tersebut ditindak lanjuti, bahwa MU yang saat itu masih menjabat sebagai keuchik tidak bisa memberikan lembar pertanggungjawaban (LPJ) uang yang sudah dihabiskan senilai Rp 243 juta dari total anggaran di desa tersebut Rp 1.195 miliar.

Baca: Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik Gampong Tunong Lhokseumawe Jadi DPO Jaksa

“Jadi anggaran yang masuk pada tahun 2017 ke desa tersebut senilai dana desa Rp 572 juta dan Alokasi Dana Gampong (ADG) Rp 623 juta, jumlah keseluruhan Rp Rp 1.195 miliar, sementara yang enggak bisa dipertanggungjawabkan Rp Rp243 juta,” ungkapnya.

Sambungnya, sementara rincian dari Rp 243 juta itu yang tidak bisa dilampirkan LPJ yakni, dana desa Rp 89.778.138, Alokasi Dana Desa Rp 133.518.385, sementara hutang gampong yang timbul gara-gara perbuatan keuchik tersebut saat itu yakni Rp 19.770.000.

“Hutang senilai Rp 19.770.000 yaitu sawah disewakan dan tambak digadaikan sementara uang hasil pegadaian tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Lanjutnya, kasus tersebut mulai diungkapkan pada Juli 2018 lalu, karena pasca-disalahgunakan anggaran tersebut, MU yang saat itu masih menjabat sebagai keuchik sudah tidak lagi peduli dengan kondisi dan administrasi gampong tersebut.

“Meskipun saat ini sudah ada keuchik baru di gampong itu, maka kerugian negara itu tetap dipertanggungjawabkan kepada MU,” imbuhnya.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...