Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Korupsi Pengadaan Barang di RSUD Pijay, Kejari Jebloskan Dua Tersangka ke Penjara

Korupsi Pengadaan Barang di RSUD Pijay, Kejari Jebloskan Dua Tersangka ke Penjara
Tersangka Korupsi pengadaan peralatan rawat inap RSUD Pidie Jaya, Hasan Basri (mengunakan peci) dan Jailani. Foto: Muksalmina

PIDIE JAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, Rabu (24/10) menetapkan serta menahan dua tersangka kasus korupsi pengadaan peralatan rawat inap pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Kedua tersangka tersebut yaitu Hasan Basri Bin A Jalil dan Jailani Bin M Gade. Kerugian negara pada pekerjaan pengadaan furniture nurse station itu mencapai Rp 250 juta.

"Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan hari ini. Mereka ditahan dengan pertimbangan tersangka diancam pidana lebih dari 5 tahun, serta dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti," kata Kepala Kejari Pidie Jaya Basuki Sukardjono melalui Kasi Intelijen, Sutrisna kepada sejumlah wartawan di kantor Kejari Pidie Jaya lama.

Untuk penyidikan, kedua tersangka ditahan di rumah tahanan (rutan) kelas II B Sigli selama 20 hari, terhitung dari tanggal 24 Oktober sampai 18 November 2018.

Dijelaskannya, Hasan Basri melakukan tindak pidana korupsi dengan cara mengendalikan perusahaan CV Aceh Daroy Indah selaku pemenang proyek pengadaan barang pada RSUD Pidie Jaya. Sejatinya, CV tersebut milik istri Hasan Basri yaitu Khairunisa. Namun lanjutnya, Hasan Basri meminjamkan perusahaan serta menyetujui pengadaan furniture nurse station yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp 573 juta kepada tersangka Jailani.

"CV Aceh Daroy Indah dikendalikan oleh Hasan Basri, pekerjaan pengadaan peralatan rawat inap yaitu pekerjaan furniture nurse station itu dikerjakan oleh Jailani. Pembayaran progres pekerjaan sudah 100 persen, tetapi pekerjaan tidak terlaksana, sehingga menyebabkan kerugian negara, perhitungan kerugian negara sementara dari tim penyidik lebih kurang Rp 250 juta," jelasnya.

Penetapan serta penahanan kedua tersangka itu tim penyidik Kejari Pidie Jaya telah memeriksa 22 orang saksi dan satu orang saksi ahli. Penyidik menyangkakan kedua tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2), ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 kitab undang-undang hukum pidana.

"Untuk tersangka lainnya, masih dilakukan dan perlu penyelidikan lebih lanjut," sebut Sutrisna menjawab pertanyaan wartawan.

Khanduri Laot
GANN

Komentar

Loading...