Unduh Aplikasi

Korban Tabrak Sempati Star Tuntut Ganti Rugi

Korban Tabrak Sempati Star Tuntut Ganti Rugi
Bus Sempati Star menabrak trotoar jalan di kawasan Meuria Paloh, Lhokseumawe. Foto: Ist

BANDA ACEH - Yusri, pemilik mobil yang menjadi korban tabrakan beruntun oleh bus Sempati Star menuntut ganti rugi atas kerusakan kenderaannya.

Kejadian kecelakaan itu terjadi pada awal Februari 2018 lalu, dimana mobil bus Sempati Star menabrak empat mobil di Gampong Bithak, Kecamatan Kuta Coy Glie, Aceh Besar.  Kejadian itu menyebabkan kerusakan pada satu mobil Avanza lalu disusul oleh BMW, mobil L-300.

Sebelumnya, Yusri dan pihak perusahaan bus Sempati Star telah ada kesepakatan untuk membayar ganti rugi, namun pihak Sempati Star ingkar janji.

"Setelah kecelakaan itu, perwakilan dari perusahaan bus Srmpati Star telah sepakat akan membayar ganti rugi sebesar 70 persen dari kerusakan mobil yang ditabrak, namun hingga saat ini belum juga di bayar," katanya, Jumat (13/4).

Ia juga mengakui, selama ini pihak perusahaan Sempati Star tidak memiliki etikat baik dalam menyelesaikan permasalahana ganti rugi itu. Bahkan, pihak manajemen Sempati Star menolak untuk membayar ganti rugi karena terlalu mahal dan pihak perusahaan hanya mampu membayar Rp 20 juta.

"Mereka pernah datang memberikan uang ganti rugi, tapi saya tolak karena tidak sesuai dengan perjanjian," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya telah melaporkan kembali ke Satlantas Aceh Besar agar bus yang menabrak mobilnya ditahan lagi sebagai barang bukti.

"Jika dalam butir pertama pihak bus Sempati Star tidak menyelesaikan ganti rugi, maka saya akan menempuh jalur hukum," ujarnya.

Mobil sedan BMW milik Yusri saat ini sudah dikirim ke Jakarta untuk perbaikan dengan total biaya berkisar Rp 250 juta.

"Jika mobil lama diparkiran bengkel akan dikenakan biaya tambahan dan ini sangat merugikan saya," ungkapnya.

Sementara itu, HRD pihak perusahaan Bus Simpati Star, Nurul enggan berkomentar terkait ganti rugi itu dan tidak mempunyai wewenang memberikan penjelasan.

"Saya tidak bisa menjawab, kebetulan pimpinan saya berada di luar kota. Nanti akan saya sampaikan kepada beliau," jelas Nurul.

Komentar

Loading...