PROYEK PEMBANGUNAN ONCOLOGY CENTER RSUDZA BANDA ACEH

Kontrak PT Araz Mulia Mandiri Harus Segera Diputuskan

Kontrak PT Araz Mulia Mandiri Harus Segera Diputuskan
Kepala Divisi Advokasi Korupsi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendesak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rumah Umum Zainoel Abidin (RSUDZA) untuk memutuskan kontrak dengan PT Araz Mulia Mandiri atas pembangunan proyek gedung oncology center rumah sakit tersebut.

Kepala Divisi Advokasi Korupsi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung pemutusan kontrak harus segera dilakukan karena perusahaan itu sudah masuk daftar hitam (black list).

"Tidak perlu menunggu rekomendas lagi, kontrak harus diputuskan," kata Hayatuddin Tanjung kepada AJNN, Kamis (12/10).

Baca: Dirut RSUDZA Benarkan Rekomendasi Pemutusan Kontrak PT Araz Mulia Mandiri

Jika perusahaan tersebut ingin mengikuti proses pengadaan barang dan jasa atau tender kembali, harus ada putusan pengadilan yang menyatakan adanya penghapusan perusahaan dari daftar hitam.

"Putusan itu diserahkan ke LKPP. Kalau proses itu sudah dilakukan, baru mengikuti proses tender kembali. Kalau belum memperoleh hasil putusan pengadilan perusahaan tersebut harus diputuskan kontraknya," jelasnya.

Untuk itu, ia mendesak KPA harus segera memutuskan kontrak. Jika sikap itu tidak diambil, makan akan banyak perusahaan yang tidak profesional ikut serta dalam proses pengadaan barang dan jasa kedepannya.

"Data kami sudah lengkap, kami akan surati Gubernur Aceh," tegasnya.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...