Unduh Aplikasi

Kongsi CSK, PNP dan Tamitana Berlabuh di Pelabuhan Balohan

Kongsi CSK, PNP dan Tamitana Berlabuh di Pelabuhan Balohan
Pembangunan dan revitalisasi pelabuhan penyeberangan balohan

BANDA ACEH - Kontrak proyek pembangunan revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan dengan total anggaran Rp 221 miliar telah ditanatangani oleh PT Cemerlang Samudra Kontrindo sebagai pemenang tender. Proses tender yang akhirnya menetapkan PT CSK itu sebagai pemenang terbilang panjang, bahkan BPKS sempat membatalkan tender dan melelang kembali proyek itu.

Penandatanganan kontrok dengan PT CSK

 

Berdasarkan data Litbang AJNN, pada 12 September 2017 lalu Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menemukan adanya dugaan pencatutan nama Gubernur Aceh pada tender proyek pembangunan Pelabuhan Balohan Sabang.

"Bahkan kami juga mendapatkan informasi adanya klaim sepihak peserta tender yang didukung penguasa baru Aceh," kata Peneliti Hukum dan Kebijakan GeRAK Aceh Mahmuddin saat itu

Merespon hal itu, sehari kemudian Irwandi melalui laman facebooknya mengungkapkan nama-nama peserta tender BPKS, meliputi Lukman CM, putra Banda Aceh, menggandeng BUMN, afiliasi ke organ-organ lain yang belum diketahui, Saiful, putra Sabang, kabarnya juga akan menggandeng BUMN, afiliasi belum diketahui kemudian yang ketiga Makmur, putra Aceh Besar, mungkin menggandeng juga BUMN, afiliasinya mantap.

Status Facebook Irwandi Yusuf

Kata Irwandi, ketiga peserta tender ini tentu berusaha untuk menang, lalu ada salah satu peserta menggunakan proxynya untuk menghantam dan menakut-nakuti peserta lain. Peserta ini dikenal dekat dengan dunia bawah angin. Dunia bawah angin punya proxy lagi yaitu sebuah media online dan organisasi anti korupsi. Media online dan organisasi anti korupsi itu seperti saudara kandung. Mereka saling mengimput pantun jenaka. Dalam status itu Irwandi menyarankan agar peserta tender itu bekerja sama dan tak saling sikut.

Baca: Irwandi, Shark Aero dan Lukman CM

Tepat pada 17 November 2017, Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sedang melaksanakan tender proyek pembangunan revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan dengan total anggaran Rp 221 miliar. Tender proyek tersebut dilakukan pada Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Aceh. Dalam jadwal yang diumumkan dalam LPSE Pemerintah Aceh, pengumuman prakualifikasi dilaksanakan tanggal 16-23 Oktober 2017. Pengumuman pemenang tender akan dilakukan tanggal 5-11 Desember, dan tanda tangan kontrak dengan perusahaan pemenang yakni tanggal 25-28 Desember 2017.

Baca: Proyek Rp 221 Miliar di BPKS Tender Ulang, Perusahaan BUMN Ikut Gugur

Namun dalam perjalanan, tanggal 12 Desember 2017 BPKS mengumumkan bahwa Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang ditender ulang berdasarkan berita acara pelelangan gagal nomor 01/BAPG/PKVI-ULP-BPKS/2017. Dimana, Kelompok Kerja Kontruksi dan Pengadaan Jasa lainnya VI Unit Layanan Pengadaan BPKS tahun anggaran 2017 telah mengevaluasi administrasi perusahaan yang sudah mengikuti lelang pekerjaan Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang (MYC 2017-2019), dengan nilai total HPS Rp 221 miliar dengan metode evaluasi sistem gugur.

Adapun perusahaan yang dievaluasi admistrasi antara lain PT Nindya Karya (Persero), PT Cemerlang Samudra Kontrindo, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). Dan dari hasil evaluasi telah dinyatakan gugur.

Baca: Proyek Rp 221 Miliar di BPKS Dimenangkan PT Cemerlang Samudra Kontrindo

Berselang empat bulan kemudian yaitu pada tanggal 02 Mei 2018 BPKS mengumumkan tender ulang proyek itu. Tender proyek tersebut dilakukan di Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Aceh. Dalam jadwal yang diumumkan dalam LPSE Pemerintah Aceh, pengumuman prakualifikasi dilaksanakan tanggal 19-26 Maret 2018. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 8 Mei 2018, dan penandatanganan kontrak pada 16-18 Mei 2018. Tepatnya tanggal 15 Mei 2018, BPKS mengumumkan PT Cemerlang Samudra Kontrindo sebagai pemenang tender.

Namun jauh sebelum pengumuman pemenang diumumkan, PT CSK sudah melakukan kongsi berupa penyewaan peralatan dengan perusahaan lainnya dalam untuk pengerjaan proyek dimaksud yakni dengan PT Pelita Nusa Perkasa pada tanggal 22 Maret 2018 dan PT Tamitana pada tanggal 21 Maret 2018.

Surat perjanjian penyewaan alat dengan PT Pelita Nusa Perkasa ditandatangani Ir Petrus Edi Susanto yang bentindak sebagai direktur PT CSK dan Muttaqin sebagai Direktur PT Pelita Nusa Perkasa.

Surat Perjanjian peminjaman alat dengan PT Pelita Nusa Perkasa

Penelusuran AJNN pada website PT Pelita Nusa Perkasa, diketahui bahwa perusaahan tersebut milik Lukman CM dan jabatan Muttaqin dalam perusahaan tersebut adalah Direktur Teknik dan Pemasaran. Informasi tersebut juga tertera dalam website LPJK.

Sementara perjanjian penyewaan alat dengan PT Tamitana ditandatangani Ir Petrus Edi Susanto yang bentindak sebagai direktur PT CSK dan saiful sebagai direktur PT Tamitana.

Sebagai mana status facebook Irwandi pada 13 September 2017, T Saiful dan Lukman merupakan peserta tender proyek pembangunan revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan, apakah perjanjian atau kerjasama ketiga PT tersebut terinspirasi atas saran Irwandi di laman facebokknya?

Surat Perjanjian peminjaman alat dengan PT Tamitana

Bahwa pada tanggal 10 April 2017 silam, Irwandi pernah mengumumkan di laman facebooknya bahwa akan ada 5 pesawat Shark terbang di angkasa Aceh tahun depan (2018) dengan mengunggah foto-fotonya saat berada di pabrik Shark Aero di Senica Slovakia bersama Lukman CM dan beberapa orang lainnya.

Bahkan sehari kemudian yaitu 11 April 2017 Irwandi juga mengumumumkan bahwa Lukman CM memesan dua pesawat shark, satu Shark untuk mengontrol bisnis yang jauh dan satu lagi pesawat antik yang bisa landing di atas benatuan cocok untuk ke kebun dan harganya sama dengan harga satu Innova.

Sekedar mengingatkan kita pada skandal korupsi pembangunan pelabuhan bongkar muat Sabang berdasarkan keterangan Ramadhani Ismy selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang termuat dalam dokumen Putusan Pengadilan Tipikor atas Terdakwa Ruslan Abdul Gani bahwa sepengetahuannya pelaksanaan pekerjaan tahun 2011 tidak ada pemberitahuan pekerjaan yang disubkonkan, menurutnya pelaksana pekerjaan memberitahukan bahwa yang ada hanya supplier.

Ramadhani Ismy mengetahui adanya subkon pekerjaan saat BPK melakukan audit investigasi, ia baru mengetahui adanya subkon karena pada saat bertanya kepada Sabir Said (staf proyek PT Nindya Karya) apakah ada subkon, Sabir Said selalu menjawab bahwa tidak ada subkon, yang dilakukannya hanya sewa saja.

Keterangn Ramadhani ini diperkuat oleh Heru Sulakso yang menerangkan bahwa ada perbedaan interpretasi terkait subkon, ia merasa bahwa tahun 2011 tidak dilakukan subkon tetapi yang dilakukan adalah kerjasama Supplier dan spesialis. Dimana Heru juga menjelaskan bahwa yang menjadi Supplier pekerjaan tersebut adalah PT Budi Perkasa Alam (jasa pengecoran dan instalasi precast), PT Wika Beton (precast, pengadaan panel beton pracetak), PT Kemenangan (pengadaan Rubber Fender dan Bollard), dan PT Mitra Mandala Jaya (Pengadaan Cathodic Protection).

Berkaca dari skandal korupsi dermaga sabang, tentu tidak salah jika kongsi antara PT CSK, PT Pelita Nusa Perkasa dan PT Tamitana berupa kerjasama sewa peralatan patut diduga adalah bentuk lain dari subkon dengan mencermati kesaksian Ramadhani Ismy dan Heru Sulakso.

Hingga berita ini diunggah AJNN belum mendapat konfirmasi langsung dari Kepala BPKS,  Sayid Fadhil yang dihubungi AJNN via pesan WhatsApp tidak direspon. 

Radio Baiturrahman
Ibadah Haji 1439H

Komentar

Loading...