Kondisi Korban Banjir Aceh Utara, Diserang Penyakit dan Kekurangan Makanan

Kondisi Korban Banjir Aceh Utara, Diserang Penyakit dan Kekurangan Makanan
Masyarakat korban banjir mengantri untuk pemeriksaan penyakit di salah satu posko pengobatan gratis di Desa Simpang Dayah, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (7/12). Foto: Safrizal

ACEH UTARA - Korban banjir di sejumlah titik pengungsian Kabupaten Aceh Utara, Kamis (7/12) mulai diserang berbagai gejala penyakit inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA), gatal-gatal dan kutu air.

Pantauan AJNN di salah satu posko pengobatan massal di Simpang Dayah, Lhoksukon, Aceh Utara, puluhan korban banjir secara silih berganti rela mengantri untuk melakukan konsultasi berbagai penyakit mereka dengan pihak medis untuk melakukan pemeriksaan.

“Rata-rata korban banjir yang datang ke posko ini adalah anak-anak dan orang dewasa dengan mengeluhkan gejala penyakit gatal-gatal, kutu air dan ada juga sebahagian mengeluhkan pada saluran kerongkongan,” kata salah seorang tenaga medis di posko tersebut.

Ia menambahkan hingga hari ini sudah mencapai kisaran ratusan lebih pasien korban banjir yang mendatangi posko ini untuk melakukan konsultasi dan juga pengobatan yang dilakukan secara gratis kepada masyarakat.

“Air sudah merendam pemukiman kurang lebih hampir satu minggu, masyarakat rata-rata dititik pengungsian sudah mulai diserang penyakit,” kata Iskandar salah seorang korban banjir asal Desa Blang Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon.

Selain penyakit, kata Iskandar, korban banjir juga mengeluh keterbatasan stok makanan, dan perlengkapan bayi dan anak-anak.

“Hari ini kami hanya terima dua sak beras dan satu kotak indomie,” kata Iskandar.

Ia berharap kepada Pemkab Aceh Utara serius dalam melakukan penanggulangan bagi para korban banjir yang hingga saat ini masih bertahan dibeberapa titik pengungsian.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...