Unduh Aplikasi

Komnas HAM, Antara Ada dan Tiada

Komnas HAM, Antara Ada dan Tiada
Ilustrasi: hunting on

EVALUASI terhadap kinerja Komisi Hak Asasi Manusia di Aceh memang diperlukan. Seperti yang disampaikan oleh sejumlah aktivis HAM, keberadaan lembaga itu masih jalan di tempat. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap kemampuan lembaga itu menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

Hasil tindak lanjut dari puluhan temuan yang disampaikan setiap tahun juga tak bisa dikatakan memuaskan. Tahun ini, jumlah pengaduan ke Komnas HAM Aceh mencapai 23 kasus. Tahun lalu, jumlahnya mencapai 30 pengaduan. Semuanya diklaim sedang ditangani.

Entah benar, entah tidak, yang jelas nasib kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu memang masih abu-abu. Hal ini menunjukkan kelemahan lembaga tersebut dan buruknya keinginan negara untuk melindungi hak dasar tersebut. Belum lagi, orang-orang yang ditempatkan di lembaga itu dianggap tidak memiliki kredibilitas dan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Hal ini diperburuk dengan minimnya campur tangan Komnas HAM Aceh terhadap konflik agraria yang intensitasnya semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jangankan berbicara tentang anggaran yang dikelola oleh lembaga itu setiap tahun, urusan penanganan saja tak ada transparansi penuntasan yang seharusnya juga disampaikan kepada publik.

Kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus ada langkah strategis untuk memperbaiki kondisi ini. Jika dibiarkan, lembaga ini akan semakin kehilangan kepercayaan publik. Jika publik tak lagi percaya kepada kemampuan komisi menangani kasus-kasus pelanggaran HAM, rasanya tak perlu lagi ada Komnas HAM. Apalagi, selama ini, komisi itu lebih sering berlindung di balik keterbatasan wewenangnya.

Kita juga berharap agar koalisi masyarakat sipil di Aceh terus menyuarakan perbaikan terhadap kinerja Komnas HAM. Memonitor dan memberikan masukan agar lembaga ini benar-benar bermanfaat bagi publik. Jangan pula keberadaannya sama seperti ketiadaannya.

Komentar

Loading...