Unduh Aplikasi

Komitmen Tiada Henti ASLI untuk Pembangunan Rumah Dhuafa

Komitmen Tiada Henti ASLI untuk Pembangunan Rumah Dhuafa
Calon Bupati-Wakil Bupati Pidie Jaya periode 2019-2024 nomor urut 2 Aiyub Abbas-Said Mulyadi. Foto: Ist

PIDIE JAYA – Salah satu fokus utama pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Pidie Jaya periode 2019-2024 nomor urut 2 Aiyub Abbas-Said Mulyadi adalah komitmen tiada henti untuk pembangunan rumah warga miskin dan dhuafa.

“Insyaallah jika kami kembali terpilih, kami masih komit untuk merealisasikan bantuan rumah dhuafa. Kepada warga yang belum mendapatkannya agar dapat bersabar, karena kami akan berupaya dan terus berusaha demi kepentingan rakyat Pidie Jaya,” kata Bupati Pidie Jaya nonaktif, Aiyub Abbas kepada AJNN, Selasa (12/6).

Mantan Kepala Polisi GAM saat konflik masih berkemcambuk di Aceh tersebut berjanji, jika masyarakat Pidie Jaya kembali mempercayakan dirinya bersama Said Mulyadi dalam menahkodai Pidie Jaya periode selanjutnya, pembangunan rumah layak huni komit akan kembali dianggarkan setiap tahun.

“Insyaallah, setiap tahun akan kami bangun rumah untuk warga miskin,” imbuh Abuwa dengan sangat yakin.

Calon petahana tersebut boleh berbangga dengan pembangunan rumah layak huni untuk warga miskin dan dhuafa selama mereka memimpin Pidie Jaya. Hal itu terbukti dengan grafik realisasi rumah bantuan untuk warga miskin dalam kabupaten setempat semakin meningkat semenjak pasangan dengan akronim ASLI itu dilantik pada tahun 2014 lalu.

Dihimpun AJNN, selama Aiyub Abbas-Said Mulyadi memimpin Pidie Jaya, statistik pembangunan rumah yang dibangun dengan sumber dana APBK/Otsus terus meningkat disetiap tahunnya, dengan rincian yaitu, tahun 2013 (110 unit), 2014 (116 unit), 2015 (162 unit0, 2016 (131 unit). Sementara ditahun 2017, pembangunan rumah layak huni tersebut meningkat drastik, yaitu sebanyak 574 unit yang tersebar di delapan kecamatan dalam kabupaten setempat.

Abuwa-Waled–sapaan Aiyub Abbas-Said mulyadi—juga menggagas sebuah lokasi terpadu untuk perumahan warga miskin yang tidak mempunyai kepling tanah sendiri untuk pembangunan rumah tersebut. Nantinya, komplek yang disediakan oleh pemerintah tersebut sedikitnya dapat menampung 500 unit rumah. Selainnya itu, untuk penghuni komplek tersebut pemerintah juga menyediakan lahan pertanian walau luasnya terbatas.

“Hanya denga cara ini , saudara kita yang miskin dan dhuafa akan mendapatkan kesempatan memiliki rumah. Bukankah mereka juga rakyat Pidie Jaya yang butuh hunian tetap layaknya warga Pidie Jaya lainnya,” tutup Abuwa. 

Radio Baiturrahman
Ibadah Haji 1439H

Komentar

Loading...