Unduh Aplikasi

KMBSA Minta Manajemen Tirta Monmata Aceh Jaya Dievaluasi

KMBSA Minta Manajemen Tirta Monmata Aceh Jaya Dievaluasi
Kepala BLUD SPAM Tirta Monmata Aceh Jaya, Samsul Bahri

ACEH JAYA - Komonitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) Kabupaten Aceh Jaya, Alfuadi meminta Pemkab Aceh Jaya untuk segera mengevaluasi manajemen Badan Layanan Umum Daerah Sistem Layanan Umum Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD SPAM) Tirta Monmata Aceh Jaya yang akhir-akhir ini dinilai semakin mengecewakan.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua KMBSA Aceh Jaya Alfuadi kepada AJNN, Jum'at (24/5), pasalnya sebagian besar wilayah Calang belum menikmati air bersih yang dihasilkan oleh perusahana milik pemerintah itu dengan Maksimal.

"Dari sejak berdirinya hingga saat ini saya melihat kondisi kinerja di BLUD SPAM Tirta Monmata Aceh Jaya dalam mengelola pelayanan penyediaan air bersih maupun dalam konstribusi untuk PAD Kabupaten Aceh Jaya tidak adanya peningkatan sama sekali," ungkap Alfuadi.

Dalam hal ini sambungnya, Kepala BLUD SPAM Tirta Monmata Aceh Jaya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dinilai sangat tidak profesional yang hanya mengandalkan subsidi dari kas daerah, semestinya sudah mandiri dengan statusnya yang sudah BLUD.

Ia juga menambahkan jika saat ini sering tersendatnya suplai air bersih ke rumah warga, bahkan air yang disuplai juga sering tidak layak pakai karena keruh.

"Keruh dan macet itu sering disampaikan oleh warga di Calang dan beberapa desa lainnya. Atas dasar itu saya berharap kinerja manajemen BLUD SPAM Tirta Monmata Kabupaten Aceh Jaya segera dievaluasi," terang Alfuadi. tambahnya.

Bahkan Alfuadi juga mendesak Pemda Aceh Jaya segera melakukan audit terhadap penggunaan dana yang dialokasikan Pemda Aceh Jaya untuk membantu BLUD SPAM yang dikelola melalui kas daerah.

"Sudah seharusnya pemda juga mengevaluasi SDM di BLUD SPAM Aceh Jaya," pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala BLUD SPAM Tirta Monmata Aceh Jaya, Samsul Bahri yang dijumpai AJNN di ruang kerja kantornya Desa Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya membantah tudingan tampa dasar yang menyebutkan jika pelayanannya selama ini semakin menyecewakan.

"Itu adalah tuduhan tanpa dasar, kami sudah bekerja maksimal dan terbukti setiap tahunnya ada peningkatan," ungkap Samsul.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima tamu atas nama KMBSA baik itu bersilaturrahmi ataupun mengambil data.

"Saya tidak kenal dengan dia (Alfuadi KMBSA), jangankan ke kantor meminta data, menerima telepon aja tidak pernah," ujarnya.

Samsul juga menerangkan jika hingga saat ini yang masih disubdisi oleh pemkab hanya untuk pembayaran listrik, selebihnya tidak ada. Bahkan pihaknya sudah siap untuk mandiri sepenuhnya jika pemerintah bisa menetapkan harga jual air bersih berada diposisi standar harga jual.

Menurutnya, hingga saat saat ini harga air yang dijual kepelanggan paling rendah Rp 1.227 rupiah /kubit, sedangkan harga paling tinggi di jual Rp 2.216 rupiah /kubit, dan itu masih sangat jauh tertinggal dengan harga jual pokok yang berada diangka Rp. 3.400 rupiah /kubit.

"Harga jual air itu berdasarkan perbup Aceh Jaya nomor 8 tahun 2009, jadi kita siap untuk mandiri total asal harga jual air berada di posisi harga jual pokok," terang Samsul.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...