Unduh Aplikasi

Kisah Tukang Parkir di Meulaboh yang Dimarahi Pemilik Mobil Parkir Liar

Kisah Tukang Parkir di Meulaboh yang Dimarahi Pemilik Mobil Parkir Liar
Salah satu mobil yang ditempel tulisan tersebut merupakan mobil dinas dari RSUCND tersebut. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda.

ACEH BARAT - Pemilik kendaraan sepertinya membandel dengan memarkirkan kendaraan di bahu jalan Gajah Mada, atau tepatnya di kawasan larangan parkir khusus roda empat.

Padahal selama seminggu ini, aparat gabungan secara gencar melakukan razia di seputar jalan tersebut. Namun dalam razian itu, petugas belum mengambil tindakan dan baru sekedar memberikan peringatan.

Bahkan, petugas parkir di sekitar Gajah Mada kerab mengingatkan para pemilik kendaraan, agar tidak memarkikan di lokasi terlarang. Namun, malah petugas parkir yang dimarahin oleh pemilik kendaraan.

Salah seorang petugas parkir, Basrizal mengaku sempat mendapat kata-kata tidak menyenangkan dari pengendara yang kerab parkir liar, ketika akan mengarahkan ke lokasi parkir yang diizinkan.

“Saya pernah dimarahi saat melarang untuk tidak parkir di area yang terlarang. Saya bilang jangan parkir disini nanti kena tilang, tapi pemilik mobil itu malah bilang apa ini jalan nenek mu. Saya diam saja ketika dibilang demikian," kata Barizal, kepada AJNN, Kamis (13/12).

Tak tahan atas kondisi itu, ia coba menyampaikan keluhan tersebut pada pengawas kawasan parkir, namun pengawas hanya menyarankannya untuk diam dari pada berhadapan dengan para pengendara-pengendara yang tidak bisa diingatkan.

“Saya sekarang diam saja tidak mau larang lagi. Dari pada nanti saya ribut, biar saja diambil tindakan sama orang dishub dan polisi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan lokasi parkir yang dibolehkan yakni setelah pintu masuk rumah sakit, sedangkan dari arah pintu keluar tidak diizinkan karena sangat dekat dengan persimpangan dan traffic light, sehingga berbahaya bagi pengendara lain.

"Akibat parkir liar sering terjadi kemacetan karena jalan menyempit. Kemudian juga sering kecelakaan karena jalan menyempit," ungkapnya.

Tak hanya Basrizal yang pernah mendapat makian dari pemilik kendaraan, tukang parkir lainnya, Haja Hawani juga bernasib sama.

“Saya pernah larang tapi dibilang ini jalan umum, jadi apa urusan. Lalu saya bilang disini sudah dilarang itu rambunya, namun tetap tidak dipedulikan,” ungkap Hawani.

Hawani juga mengaku untuk sekarang lebih memilih diam dari pada harus mengingatkan kepada pemilik kendaraan.

Pantauan AJNN, Dinas Perhubungan Aceh Barat mulai mengambil tindakan terhadap parkir liar dengan menempelkan secarik kertas pada kaca depan dan samping mobil yang terlibat parkir liar yang bertuliskan mohon maaf kendaraan anda melanggar rambu larangan berhenti/rarkir, harap segera dipindahkan dan jangan terulang lagi, Tks. Tim Penertiban LLAJ.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...