Unduh Aplikasi

KIP Aceh Selatan dan Subulussalam Belum Setor Biaya Tes Kesehatan

KIP Aceh Selatan dan Subulussalam Belum Setor Biaya Tes Kesehatan
Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi (kanan), Ketua panitia tes kesehatan, Nurhikmah (tengah) beserta ketua IDI saat menggelar konferensi pers di RSUZA.

BANDA ACEH - Tiga kabupaten/kota di Aceh yakni Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Kota Subulussalam telah melaksanakan tes kesehatan bagi kandidat pasangan calon kepala daerah masing-masing di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), sebagai syarat mengikuti Pilkada mendatang. Namun ada dua daerah yang belum membayar biaya pemeriksaan tersebut.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Ridwan Hadi mengatakan, dari tiga daerah yang melaksanakan Pilkada 2018, hanya KIP Kabupaten Pidie Jaya yang sudah membayar biaya pemeriksaan kesehatan, sedangkan dua daerah lainnya yaitu KIP Aceh Selatan dan Kota Subulussalam hingga saat ini belum melakukan pembayaran.

"Ada dua daerah yang belum menyetor uang pemeriksaan, yakni Aceh Selatan dan Subulussalam," kata Kepala KIP Aceh, Ridwan Hadi, saat konferensi pers di Auditorium RSUDZA, Minggu (14/1).

Ridwan Hadi menyampaikan, biaya pemeriksaan kesehatan kandidat memang dibebankan kepada pemerintah daerah melalui KIP bersangkutan, kemudian menyetorkan ke RSUZA selaku pihak pelaksana tes, tetapi dua daerah tersebut belum menyerahkannya.

Kata Ridwan Hadi, adapun biaya pemeriksaan kesehatan yang harus dibayar oleh KIP Kabupaten/Kota ke pihak RSUZA sebanyak Rp 15 juta per orang atau kandidat.

"Biaya tes kesehatan Rp 15 juta per orang, dan itu di transfer langsung ke RSUZA," ujarnya.

Ridwan menyarankan kepada KIP Kabupaten/kota yang belum membayar harus segera menyelesaikan dalam waktu dekat. "Saya minta KIP segera menyetor secepatnya," tambahnya.

Menurut Ridwan, penyebab belum dilakukan penyetoran kemungkinan karena KIP bersangkutan masih melakukan proses penganggaran, apalagi ini masih awal tahun.

"Laporan dari ketua KIP-nya belum ada anggaran," tutup Ridwan Hadi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemeriksaan Kesehatan, Nurhikmah menjelaskan, biaya yang dibebankan sebesar Rp 15 juta per orang itu dikarenakan mereka juga melibatkan banyak pihak dalam melakukan tes kesehatan ini.

"Kita melibatkan 30 orang dokter dari berbagai spesialis, dari BNN 25 orang, Psikologi sebanyak 20 orang, perawat dan lainya berjumlah 200 orang, untuk biaya pemeriksaan itu di setor ke RSU-ZA, sebanyak 15 juta per orang," jelasnya.

Komentar

Loading...