Unduh Aplikasi

KASUS MARK UP PEMBELIAN TANAH RUMAH GURU

Kiat Untung Berujung Buntung

Kiat Untung Berujung Buntung
Lampiran berita acara pengadaan tanah untuk Dinas Pendidikan Sabang

BANDA ACEH - Bekas Wali Kota Sabang Zulkifli Adam ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus mark up pengadaan tanah untuk pembangunan kompleks perumahan guru Kota Sabang.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Chaerul Amir menyebutkan kasus pembebasan tanah di kawasan Sukakarya itu sengaja diarahkan oleh Zulkifli Wali Kota Sabang ke tanah milik pribadinya.

Baca: Bekas Wali Kota Sabang Tersangka Mark Up Pembelian Tanah Rumah Guru

Dalam surat keterangan ganti rugi yang ditandatangani Nursalim dan Zulkifli

"Proses-proses pengadaan tanah itu tidak sesuai prosedur, ZA selaku mantan Wali Kota Sabang mengunakan kewenangannya untuk mengalihkan pengadaan tanah ke milik pribadinya," kata Chaerul Amir, Rabu (10/10) kemarin.

Baca: Pengadaan Tanah Sengaja Diarahkan ke Tanah Milik Bekas Wali Kota Sabang

Berdasarkan dokumen yang diperoleh AJNN, tanah seluas 9.437 meter persegi itu merupakan tanah milik S. Nursalim warga Gampong Kuta Barat Kecamatan Sukakarya yang dibeli Zulkifli Adam pada Februari 2011 dengan harga Rp 50 juta.

Susunan personalia Banggar DPRK Sabang

Dalam surat keterangan ganti rugi yang ditandatangani Nursalim dan Zulkifli beserta tiga saksi disebutkan Zulkifli berprofesi sebagai supir, padahal sejak tahun 2009 dia duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang dari Fraksi Partai Aceh. Bahkan pada tahun 2010 hingga 2011 Zulkifli Adam merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK setempat.

Berita acara penyerahan dan ganti rugi

Setelah membeli dari Nursalim, Zulkfi kemudian menjual tanah yang terletak di Jurong Cot Dama Gampong Paya Seunara Kecamatan Sukakarya itu kepada Pemerintah Kota Sabang pada Juni 2012 dengan harga 1,530 miliar secara tunai. Pemerintah Kota Sabang membeli tanah itu untuk pembangunan perumahan guru.

Berita acara penyerahan dan ganti rugi itu ditandatangani Zulkifli Adam selaku pimilik tanah dan Ali Sarjan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Sabang pada 12 Juli 2012.

Komentar

Loading...