Unduh Aplikasi

Keuchik Zainal: Nasrulzaman Dimasukkan sebagai Pengurus PAN tanpa Izin Yang Bersangkutan

Keuchik Zainal: Nasrulzaman Dimasukkan sebagai Pengurus PAN tanpa Izin Yang Bersangkutan
Ketua PAN Banda Aceh Zainal Abidin. Foto: humas kota banda aceh.

BANDA ACEH - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, mengatakan penempatan Nasrulzaman dalam Majelis Penasehat Partai Daerah (MPPD) DPD PAN Kota Banda Aceh tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

"Kami tempatkan nama beliau itu karena kami anggap beliau cocok di situ dan tidak kami minta izin beliau karena untuk MPPD tidak perlu pernyataan kesediaan, sedangkan untuk pengurus perlu membuat surat pernyataan kesediaan," ungkap Zainal kepada AJNN, Kamis (8/3).

Selain itu, Zainal mengatakan bahwa setelah Nasrul mengetahui bahwa dirinya ditempatkan di MPPD DPD PAN Kota Banda Aceh maka dia dengan halus mengatakan bahwa dirinya tidak bisa. Adapun alasan yang dikemukakan Nasrul pada saat itu adalah karena dirinya berstatus sebagai pegawai negeri sipil.

"Maka sambil berkelakar saya bilang bahwa jika tidak bisa, maka buatlah surat pengunduran diri karena kan nggak mungkin saya pecat seorang doktor," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh ini.

"Akhirnya beliau membuat surat pengunduran diri dan beliau beserta beberapa orang yang lain kita reshuffle, termasuk beberapa pengurus yang tidak aktif sama sekali," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai kapan Nasrulzaman membuat surat pengunduran diri, Zainal mengatakan bahwa dirinya tidak ingat lagi tanggal pastinya.

"Sudah lama, dan saya tidak ingat lagi tanggal pastinya. SK reshuffle belum terbit, tapi beliau tidak masuk lagi dalam usulan pengurus baru hasil reshuffle dimaksud," pungkas pria yang akrab dipanggil Keuchik Zainal ini.

Sebelumnya nama Nasrulzaman menjadi polemik dipublik terkait posisinya yang terpilih sebagai salah satu Tim Pansel Komisioner KIP Aceh.

Berdasarkan SK DPW PAN Provinsi Aceh Nomor PAN/01/A/Kpts/K-S/09/II/2016 tentang Pengesahan Pengurus DPD PAN Kota Banda Aceh periode 2015-2020, Nasrul menduduki posisi sebagai Sekretaris Majelis Penasehat Partai Daerah.

Padahal syarat menjadi Tim Pansel KIP Aceh haruslah orang yang tidak terlibat sebagai anggota ataupun pengurus partai politik tertentu sekurang-kurangnya lima (5) tahun saat seleksi calon Tim Pansel KIP dimulai.

Ibadah Haji 1439H

Komentar

Loading...