Unduh Aplikasi

KONFLIK TAPAL BATAS DI ACEH JAYA

Keuchik Meudang Ghon Tolak Teken Kesepakatan Bersama Muspika

Keuchik Meudang Ghon Tolak Teken Kesepakatan Bersama Muspika
Masyarakat kedua desa yang berkumpul di lokasi tapal batas. Foto: Suar

ACEH JAYA - Polemik tapal batas antara Desa Meudang Ghon dengan Desa Kareueng Ateuh kembali memanas pasca perusakan mobil dan alat berat milik PT Wirataco Mitra Mulia di lokasi galian C milik Kamaruddin pada 15 September lalu.

Rapat penyelesaian tapal batas yang dilakukan oleh pihak Muspika Indra Jaya yang berlangsung dari pukul 10.30 WIB hingga 16.30 WIB, Selasa (25/9) belum mendapat hasil yang memuaskan. Pasalnya, Keuchik Meudang Ghon menolak untuk menandatangani berita acara hasil rapat penyelesaian tapal batas desa yang diputuskan oleh muspika.

"Saya bukan tidak mau tandatangan, tapi saya minta waktu dulu satu atau dua hari kedepan, nanti biar masyarakat yang memutuskan menerima atau tidak hasil rapat hari ini setelah saya duduk dulu dengan mereka," kata Keuchik Meudang Ghon, Sofyan D.

Sementara itu, pihak muspika tetap menganggap permasalahan ini akan selesai dan jika ada salah satu desa yang tidak menerima hasil keputusan pihak muspika maka silahkan dilanjutkan permasalahan ini hingga ke tingkat kabupaten.

"Kami sudah berusaha menengahi dan keputusan ini diambil berdasarkan hasil kesepakatan antara camat, kapolsek, danramil, dan Danpos Indra Jaya," kata Camat Indra Jaya Nawawi.

Pantauan AJNN di lokasi, kondisi rapat dan pemancangan tapal batas sedikit tegang, karena masyarakat kedua desa sempat adu mulut mengenai lokasi tapal batas. Namun kondisi itu berhasil diatasi oleh aparat keamanan yang berjumlah sekitar 50 personel dari Polres Aceh Jaya.

Adapun poin-poin yang tertara dalam berita acara penyelesain tapal batas tersebut

1. Rapat penyelesaian tentang tapal batas antara gampong Kareueng Ateuh dan Meudang Ghon telah dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan di Kantor Camat Indra Jaya untuk menentukan batas gampong belum ada kesepakatan.

2. Forkopimcam mengambil keputusan di lapangan langsung menentukan tapal batas antara Gampong Kareueng Ateuh dan Meudang Ghon dengan disaksikn oleh aparatur gampong dan masyarakat kedua belah pihak dengan kesepakatan sebagai berikut:

a) Semua hasil yang didapat dari aliran sungai dibagi dua antara gampong Meudang Ghon dengan Kareung Ateuh.
b) Tapal batas sebelah barat adalah tiga meter dari sumur tanah kantor desa Meudang Ghon lama.
c) Tapal batas sebelah Selatan Pante Bungong
d) Tapal batas Timur batang Rambung Lem Zon

3. Si pemilik tanah yang melintasi batas, untuk administrasi terserah kepada sipemilik tanah.

4. Surat menyurat yang telah dikluarkan oleh Keuchik kedua gampong baik keterangan tanah atau rekomendasi lainnya tidak ada tuntutan oleh kedua belah pihak gampong, karena hari ini sudah jelas batas gampong agar masyarakat mendapat kedamaian.

5. Pembangunan dan segala aktifitas baik secara umum maupun pribadi tidak boleh diganggu gugat oleh kedua belah pihak.

6. Apabila salah satu gampong tidak menerima hasil keputusan muspika ini, dapat dilanjutkan kejenjang lebih tinggi dan Forkopimcam Indra Jaya telah selesai dalam urusn penyelesain tapal batas ini.

Komentar

Loading...